26 May 2024, 12:10

Anggaran Capai Rp 20 Triliun, Netty Pertanyakan Tolak Ukur Keberhasilan Program Kartu Prakerja

Kartu Prakerja

Kartu Prakerja

daulat.co – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetyani dalam rapat Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI dengan Wakil Bupati Badung di Kantor Bupati Badung, Bali, baru-baru ini mengungkapkan kecenderungan program Kartu Prakerja yang berpotensi munculkan moral hazard.

Kecenderungan itu diperoleh dalam pengumpulan data mengenai program Kartu Prakerja dan Bantuan Subsidi Usaha (BSU). Netty juga merinci angka keluar dan yang diterima penerima manfaat Kartu Prakerja.

“Anggaran Rp 20 triliun, okelah kalau yang kemudian disampaikan kepada peserta 2,4 juta, besaran Rp 600 ribu kali 4 bulan kita masih bisa menerima. Tetapi kalau kemudian pelatihannya dari biaya Rp5-100 ribu dikalikan dari berapa yang akan menerima pelatihan itu, tentu ini menjadi satu potensi moral hazard,”

Hal itu ditekankan Netty Prasetyani karena pada awalnya Kartu Prakerja merupakan salah satu program yang akan memberikan sinyal pengikatan kapasitas kompetensi para pencari kerja.  Namun jika diperhatikan tidak ada kejelasan, sebab dari posko pendampingan hanya bisa mengklaim data peserta.

Ia lantas mempertanyakan output yang didapat penerima manfaat, dimana belum jelas tingkat efektivitasnya. Apakah benar peserta mendapatkan pelatihan kemudian mereka bisa bangkit dari keterpurukan, ukurannya juga tidak jelas.

“Padahal kalau kita bicara angkanya itu sangat fantastis,” ucap Netty.

Menurut politisi Fraksi PKS itu, program Kartu Prakerja dari awal sudah menuai polemik. Karena judulnya Kartu Prakerja, namun pelaksananya bukan Kementerian Ketenagakerjaan. Netty menegaskan kepada seluruh pemangku kepentingan agar program Kartu Prakerja dapat dilakukan evaluasi secara menyeluruh.

(Sumitro)

Read Previous

Ketut Kariyasa Desak Percepatan Vaksinasi di Bali

Read Next

Kodim Pemalang: Kami Tidak Pernah Terima Upeti BPNT