29 May 2024, 11:36

Ancam Pemukiman Tiga Dukuh, Warga Wanarata Pemalang Tolak Rencana Pembangunan Waduk Karanganyar

Sambil membentangkan spanduk, warga tiga dukuh di Desa Wanarata, Bantarbolang, Pemalang menolak rencana pembangunan Waduk Karanganyar (Abimanyu/daulat.co)

Sambil membentangkan spanduk, warga tiga dukuh di Desa Wanarata, Bantarbolang, Pemalang menolak rencana pembangunan Waduk Karanganyar (Abimanyu/daulat.co)

daulat.co – Warga Desa Wanarata, Kecamatan Bantarbolang, Pemalang, menolak rencana pembangunan Waduk atau Bendungan Karanganyar di desa setempat. Jika tetap dipaksakan, warga menyatakan akan menggelar aksi di Balai Desa Wanarata.

Penolakan warga ini didasari atas kekhawatiran akan potensi bahaya yang lebih besar jika Waduk Karanganyar tetap dibangun di Wanarata. Tercatat ada tiga dusun yang menyatakan pemukimannya terancam tenggelam jika waduk dipaksakan dibangun.

Penolakan sendiri disampaikan warga dalam pembahasan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang digelar di Kantor Balai Desa Wanarata, Minggu 28 Februari 2021. Musdesus dihadiri perwakilan masyarakat, tokoh masyarakat dan warga tiga dukuh.

Adapun ketiga dusun yang terdampak rencana pembangunan waduk itu adalah Dukuh Kedungsambi, Dukuh Lenggak dan Dukuh Gudang.

Ida Mulyani selaku warga Desa Wanarata yang juga anggota DPRD dari Fraksi Gerindra mendukung rencana warga. Ida yang mengaku tidak dilibatkan dalam rencana pembangunan waduk tersebut menegaskan akan turut memperjuangkan aspirasi warga tiga dukuh.

“Saya kecewa dan sangat sakit hati kenapa selama ini saya tidak pernah dilibatkan dan diberi tahu kalau ada rencana pembangunan waduk yang akan mengancam, dan tenggelam sewaktu waktu, mereka adalah saudara-saudara saya,” tuturnya.

“Saya sebagai Anggota DPRD dan secara pribadi siap berada di depan guna mengawal untuk menolak keras pembangunan Waduk Karanganyar ini,” sambung Ida.

Senada, tokoh masyarakat Desa Wanarata, Taufik Hidayatullah, menyampaikan, pembangunan bendungan akan menggusur warga di tiga dukuh dan tidak jelas nasib mereka ke depan di karenakan lokasi tiga Dukuh tersebut di bawah lokasi rencana pembangunan waduk.

Waduk disebutkan dia sangat berpotensi menenggelamkan Desa Wanarata, apalagi lokasi rencana pembangunan bendungan secara geologis tak layak. Dimana rencana badan bangunan berdiri di atas batuan aluvial aliran letusan gunung merapi kuno, atau batuan pasir lepas.

Taufik mendesak agar Pemerintah Desa Wanarata membatalkan rencananya dan mendesak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pro aktif memimpin penolakan rencana pembangunan Bendungan Karanganyar.

“Bapak Presiden Jokowi yang terhormat, Bapak Gubernur, Pak Bupati Pemalang, tolong dengarkan jeritan dan tangisan warga masyarakat Wanarata, hentikan pembangunan waduk di desa kami,” harapnya.

Sementara itu Kepala Desa Wanarata, Elok Rahmawati, menyatakan siap menampung aspirasi warga dan memimpin penolakan Bendungan Karanganyar. Elok menegaskan aspirasi penolakan dari warga ini bakal ditindak lanjuti ke Pemerintah Kabupaten secepatnya.

“Ya secepatnya saya akan berkordinasi ke pemerintah daerah,” ujarnya.

(Abimanyu)

Read Previous

Investasi Miras Tidak Sejalan Dengan Revolusi Mental Jokowi, PTDII Desak Wapres Buka Suara

Read Next

Miras Adalah Induk Segala Kejahatan, Persis Khawatir Kerusakan Moral Anak Bangsa