20 May 2024, 22:51

Ali Mochtar Ngabalin Disebut dalam Sidang Suap Benih Lobster

Ali Mochtar Ngabalin

Ali Mochtar Ngabalin

daulat.co – Nama Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, disebut dalam sidang lanjutan perkara suap izin ekspor benih lobster atau benur, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu 17 Maret 2021.

Nama Ngabalin disebut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) Desri Yanti saat bersaksi untuk terdakwa Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPP), Suharjito.

Dalam kesaksiannya, Desri membenarkan Ali Ngabalin ikut dalam perjalanan ke Hawai, Amerika Serikat, bersama Edhy Prabowo saat menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Menurut Desri, Ngabalin bisa ikut dalam perjalanan tersebut lantaran yang bersangkutan masuk dalam daftar petinggi di KKP.

Desri mulanya menjelaskan perihal agenda perjalanan Edhy Prabowo bersama petinggi KKP ke Hawai. Hingga dalam penjelasan itu menyinggung soal Ali Mochtar Ngabalin yang mengalami kendala saat berpindah hotel.

“Pada saat hasil PCR yang didapat dari Los Angeles (LA) ini kan sudah last minute jadi sambil PCR hasil keluar siang, kami sudah ke bandara. Kemudian dibantu pihak KBRI untuk mendaftarkan online ternyata sepertinya ada yang tidak terverifikasi dengan baik sehingga aplikasi untuk travelnya tidak muncul barcode,” terang Desri.

“Nah barcodenya ini yang kemudian diminta oleh pihak hotel. Ada dua orang delegasi yaitu pak Slamet dan pak Ngabalin yang tidak punya,” ditambahkan Desri.

Hakim ketua Albertus Usada kemudian menyinggung dua nama yang disebut oleh Desri itu. “Slamet siapa?” tanya hakim.

“Slamet Sugiarto Direktur Jenderal Perikanan Budidaya,” jawab Desri.

“Terus Ngabalin itu siapa?” kata dia kembali mencecar Desri.

“Kalau itu pak Muchtar Ngabalin pak,” ungkap Desri.

Albertus kemudian menyinggung kapasitas Ali Mochtar Ngabalin ikut dalam perjalanan itu. Kata Desri, Ngabalin memiliki posisi di KKP sehingga dapat mengikuti perjalanan tersebut.

“Beliau sebagai Penasehat Komisi Pemangku Kepentingan Publik,” ujar Desri.

Suharjito sebelumnya didakwa menyuap Menteri Keluatan dan Perikanan Edhy Prabowo. Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan Suharjito menyuap Edhy sebesar USD 103 ribu dan Rp 706 juta.

Suharjito menyuap Edhy Prabowo melalui Safri dan Andreau Misanta Pribadi selaku stafsus Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Amiril Mukminin selaku sekretaris pribadi Edhy Prabowo, Ainul Faqih selaku staf pribadi Iis Rosita Dewi sebagai anggota DPR sekaligus istri Edhy Prabowo, dan Siswandi Pranoto Loe selaku Komisaris PT Perishable Logistics Indonesia (PT PLI) sekaligus Pendiri PT. Aero Citra Kargo (PT ACK).

Pemberian suap yang diberikan Suharjito kepada Edhy melalui lima orang itu dengan tujuan agar Edhy Prabowo mempercepat persetujuan perizinan ekspor benih lobster atau benur di KKP tahun anggaran 2020.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Jalin Kemitraan, Kepala Kejari Sambangi Kantor PWI Pemalang

Read Next

Patut Dicontoh, DPD PPNI Pemalang Bangun Gedung Sekretariat Hingga Rp 3,7 Milyar Dari Iuran Anggota