26 May 2024, 12:35

Alami Kontraksi Ekonomi, Pemprop Jatim Disarankan Genjot Sektor Pertanian & Padat Karya

Anggota Komisi XI DPR RI M Sarmuji - dok DPR

Anggota Komisi XI DPR RI M Sarmuji – dok DPR

daulat.co – Komisi XI DPR RI bersama perwakilan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Jawa Timur baru-baru ini melaksanakan kunjungan kerja ke Surabaya. Dalam kunjungan tersebut, DPR menyoroti pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur selama Pandemi Covid-19.

Anggota Komisi XI DPR RI M Sarmuji mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak pada pembatasan aktivitas ekonomi secara global dan menyebabkan kontraksi pertumbuhan ekonomi Jatim. Padahal, dalam kondisi normal, Provinsi Jawa Timur selalu berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

“Hari ini terutama dua kuartal belakangan, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur lebih buruk daripada ekonomi nasional. Ini harus mendapatkan perhatian secara serius,” tegas Sarmuji dalam kunjungan tersebut.

Disampaikan, kinerja ekonomi di Jatim pada tahun 2020 terkontraksi sebesar 2,39 persen (yoy), pencapaian ini lebih rendah dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 5,52 persen (yoy).

Legislator Jatim VI ini menilai turunnya pertumbuhan ekonomi ini terjadi bukan hanya karena situasi krisis saja, namun beberapa indikasi yang cukup relevan diantaranya rendahnya pertumbuhan kredit dalam tiga tahun terakhir dan tingginya UMR Jawa Timur dibandingkan daerah lainnya.

Kondisi tersebut perlu mendapatkan terobosan yang besar dari dua indikator. Pertama pertumbuhan kredit yang tiga tahun ini mengalami penurunan yang kedua adalah besarnya UMR yang tidak sama atau lebih tinggi dari daerah sekitarnya. Misalnya Jawa Tengah, itu harus mendapatkan solusi yang baik.

“Kalau memang tidak bisa dipertahankan UMR kita tidak bisa setara dengan Jawa Tengah, perlu ada terobosan,” tegas Sarmuji.

Politisi Partai Golkar ini menyarankan agar Pemda Jawa Timur memilah sektor yang tepat untuk didukung dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerahnya. Sektor yang tinggi menyerap tenaga kerjanya seperti pertanian dan industri padat karya perlu didukung pemerintah.

Pertanian menjadi pilihan utama sebab sektor ini resisten bahkan mengalami pertumbuhan selama pandemi. Diharapkan dengan menekankan pertanian dan padat karya, ekonomi Jatim ke depan akan cepat bangkit.

“Saat ini yang eksis bagus saat ini pertanian. Yang kedua tentu saja industri padat karya karena banyak sekali orang yang bergantung hidup dari sektor ini. Kalau dua sektor ini bisa dibangkitkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur akan mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan,” pungkas Sarmuji.

(Sumitro)

Read Previous

DPR Ingatkan Menteri BUMN Maksimalkan Kinerja Perusahaan Plat Merah

Read Next

Rumusan Implementasi Moderasi Beragama di Kemenag Hampir Rampung