27 May 2024, 13:39

Aksi Brutal Polisi Koboi Tembak 3 Orang, IPW Desak Kapolres Jakbar Dicopot

Indonesia Police Watch

Indonesia Police Watch

daulat.co – Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan bahwa aksi brutal yang diduga dilakukan polisi koboi di Cengkareng menunjukkan Jakarta semakin tidak aman. Dalam aksi brutal itu, diketahui ada tiga orang tewas ditembak dan satu orang mengalami luka.

“IPW mendesak, oknum polisi yang diduga sebagai pelaku penembakan dijatuhi hukuman mati dan Kapolres Jakarta Barat harus segera dicopot dari jabatannya,” tegas Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, dalam keterangan tertulisnya, Kamis 25 Februari 2021.

Menurutnya, ada dua alasan Kapolres Jakarta Barat harus dicopot. Pertama, sebagai penanggungjawab keamanan wilayah dia membiarkan ada kafe yang buka hingga pukul 04.00, padahal saat ini tengah pandemi Covid 19. Kedua, Kapolres kurang memperhatikan perilaku anak buahnya hingga terjadi peristiwa brutal yang diduga dilakukan anak buahnya.

Aksi penembakan sendiri diduga dilakukan anggota polisi dan menewaskan 3 orang dan 1 luka itu pada Kamis, 25 Februari 2021, sekira jam 04.30 WIB. Adapun tempat kejadian perkara di RM Kafe RT 12/04 Cengkareng Barat, Jakarta Barat. Pelaku diduga berinisial CS anggota Polsek Kalideres Jakarta Barat.

Dari kronologi, aksi brutal ini berawal saat pelaku datang sekira jam 02.00 WIB bersama temannya dan langsung memesan minuman. Namun karena kafe hendak tutup dan pelanggan lain sudah membubarkan diri lalu pelaku ditagih bill pembayaran minuman sebesar Rp.3.335.000 dan korban tidak mau membayar.

Selanjutnya salah satu korban selaku keamanan menegur pelaku dan terjadi cekcok mulut. Tidak terima, pelaku mengeluarkan senjata api dan ditembakkan kepada ketiga korban secara bergantian. Pelaku kemudian keluar kafe sambil menenteng senjata api di tangan kanannya dan di jemput temannya dengan menggunakan mobil. Pelaku sendiri sudah diamankan di Polsek Kalideres Jakarta Barat.

“Aksi brutal polisi koboi ini sangat memprihatinkan. Sebab kasus tembak mati enam laskar FPI di Km 50 tol Cikampek saja belum beres, kini Polda Metro Jaya masih harus menghadapi kasus tembak mati tiga orang di Cengkareng,” kata Neta.

“Parahnya lagi korban yang ditembak oknum polisi itu adalah anggota TNI. Untuk itu Polda Metro Jaya perlu bertindak cepat dan segera copot Kapolres Jakarta Barat yang bertanggungjawab terhadap keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut,” sambungnya.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

La Nyalla: Porang Sangat Menjanjikan

Read Next

Suap Bansos Covid-19: KPK Periksa Ketua DPC PDIP Yang Juga Bupati Semarang Terpilih