25 June 2022, 21:24

Ade Yasin: Saya Dipaksa Bertanggung Jawab Atas Perbuatan Anak Buah Saya

daulat.co – Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin membantah memerintahkan anak buahnya menyuap empat pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat agar laporan keuangan pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor bisa meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ketua DPW PPP Jawa Barat itu menyebut pemberian uang merupakan inisiatif anak buahnya.

“Itu ada inisiatif dari mereka, jadi ini namanya IMB inisiatif membawa bencana,” ucap Ade sebelum memasuki mobil tahanan, di gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/4/2022).

Ade kembali menegaskan bahwa inisiatif menyuap auditor BPK untuk mendapat WTP datang dari anak buahnya. Akibat perbuatan para anak buah itu, kata Ade, dirinya ‘kena getah’. Namun demikian, sambung Ade, dirinya sebagai pemimpin siap bertanggung jawab atas ulah tersebut.

“Ya saya dipaksa untuk bertanggung jawab terhadap perbuatan anak buah saya, tapi sebagai pemimpin saya harus siap bertanggung jawab,” ujar perempuan yang mengenakan rompi orange KPK itu.

Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri merespon penyataan Ade tersebut. Menurut Ali, lumrah seorang tersangka menyangkal perbuatannya. Menurut Ali, Ade berhak melakukan bantahan.

“Bantahan tersangka hal lumrah dan umum disampaikan. Itu hak yang bersangkutan,” ucap Ali.

Namun demikian, dikatakan Ali, penetapan tersangka yang berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) sudah sesuai ketentuan hukum. Selain itu, penyidikan dugaan suap yang menjerat Ade sudah memiliki bukti yang kuat.

“KPK dalam menaikkan proses penyidikan  dugaan tindak pidana korupsi perkara ini, tentu sudah mengantongi berbagai bukti yang kuat dan cukup menurut ketentuan hukum,” ujar Ali.

Pada kesempatan ini Ali juga meminta para tersangka dan pihak lain kooperatif. Tujuannya, agar kasus suap pengurusan laporan keuangan yang menjerat Ade bisa terungkap dengan jelas.

“Kami berharap kepada para tersangka dan pihak-pihak yang nantinya dipanggil KPK agar kooperatif menerangkan apa adanya dihadapan tim penyidik,” kata Ali.

Diketahui, Bupati Bogor Ade Yasin resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan suap. Ade ditetapkan menjadi tersangka bersama ketiga anak buahnya dan empat pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat.

Tiga anak buah Ade yang dijerat KPK yakni Maulana Adam (MA) selaku Sekdis Dinas PUPR Kabupaten Bogor; Ihsan Ayatullah (IA) selaku Kasubid Kas Daerah BPKAD Kab. Bogor; dan Rizki Taufik (RT) selaku PPK pada Dinas PUPR Kab. Bogor. Ade beserta tiga tersangka itu dijerat atas dugaan pemberi suap.

Sementara empat pegawai BPK Perwakilan Jabar yang ditetapkan tersangka yakni, Anthon Merdiansyah (ATM) selaku Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat / Kasub Auditorat Jabar III / Pengendali Teknis; Arko Mulawan (AM) selaku pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat / Ketua Tim Audit Interim Kab. Bogor; Hendra Nur Rahmatullah Karwita (HNRK) selaku pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat / Pemeriksa; dan Gerri Ginajar Trie Rahmatullah (GGTR) selaku pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat / Pemeriksa. Empat pegawai BPK Perwakilan Jabar itu dijerat atas dugaan penerima suap.

Ade Dkk diduga menyuap jajaran pemeriksa dari BPK Jawa Barat terkait audit interim (pendahuluan) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) TA 2021 Pemkab Bogor.

Sepanjang audit berlangsung diperkirakan telah diserahkan uang sekitar Rp 1,9 miliar. Dugaan perbuatan itu  dilakukan dengan tujuan laporan keuangan pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor bisa meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Atas perbuatannya, Ade Yasin dan tiga tersangka yang diduga pemberi suap disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan empat tersangka penerima disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Penetapan tersangka itu merupakan hasil pemeriksaan intensif dan gelar perkara pasca tim Satgas KPK mencokok 12 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Bogor dan Bandung pada Selasa (26/4/2022) malam hingga Rabu (27/4/2022).

Dalam OTT, tim penindakan mengamankan 12 orang dan uang sebesar Rp 1,024 miliar yang terdiri dari uang tunai sebesar Rp 570 juta dan uang yang ada pada rekening bank dengan jumlah sekitar Rp 454 juta.

Pasca ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, Ade Dkk langsung dijebloskan ke jeruji besi untuk 20 hari pertama. Ade ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

Sedangkan Maulana Adam dan Ihsan Ayatullah ditahan di Rutan KPK pada Kavling C1.  Anthon Merdiyansah dan Hendra Nur Rahmatullah Karwita ditahan di rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur. Sementara Rizki Taufik dan Arko Mulawan ditahan di rutan di gedung Merah Putih.

(Ade Yasin)

Read Previous

KPK Geledah Sejumlah Tempat di Pemkab Bogor

Read Next

KPK Usut Suap Perizinan di Ambon, 3 Orang Dicegah Pergi ke Luar Negeri