24 June 2024, 04:27

73 PNS Diberhentikan: Ada Yang Beristri Dua, Jadi Calo CPNS Hingga Tersandung Gratifikasi

daulat.co – Ketua Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo memimpin sidang terhadap 83 Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah yang dianggap melanggar peraturan disiplin PNS.

Dalam sidang yang digelar di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Selasa (07/01) tersebut, Badan Pertimbangan Kepegawaian memutuskan 73 PNS dijatuhi hukuman Pemberhentian Dengan Hormat Tidak Atas Permintaan Sendiri (PDHTAPS).

Kemudian terdapat delapan pegawai yang dijatuhi sanksi berupa penurunan pangkat tiga tahun, serta dua orang yang dijatuhi hukuman penurunan pangkat satu tahun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 49 pegawai tersandung pelanggaran tidak masuk kerja lebih dari 46 hari.

Pelanggaran lain diantaranya seperti penyalahgunaan narkotika, pegawai mempunyai istri lebih dari satu orang tanpa izin pejabat yang berwenang, praktik calo CPNS, penyalahgunaan wewenang, hingga gratifikasi.

Dalam kesempatan itu, Menteri Tjahjo berpesan kepada para anggota BAPEK agar tetap berpegang pada tiga pertimbangan, yaitu kepada putusan pimpinan, pengaduan-pengaduan para pihak dan putusan pengadilan.

“Beberapa hal-hal yang masih abu-abu kita harus berhati-hati, terutama yang menyangkut dengan nasib dan nama baik orang,” ujarnya saat membuka sidang BAPEK.

Menteri Tjahjo menegaskan anggota BAPEK harus konsisten dan objektif sehingga menutup peluang terjadinya penggugatan balik. Selain itu, Menteri Tjahjo menekankan bahwa sanksi tegas akan diberikan terhadap pegawai yang terjerat kasus narkoba, serta penipuan atau kasus calo CPNS.

Hadir pada sidang itu Sekretaris BAPEK yang juga Kepala BKN Bima Haria Wibisana, Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji, perwakilan Kejaksaan Agung, Sekretariat Kabinet, Badan Intelijen Negara, Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM, serta Dewan Pengurus Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia.

(M Nurrohman)

Read Previous

Membangun Bangsa Kalau Hanya Orientasi Pabrik, 4-5 tahun Bisa Eksis Tapi Setelah Itu Bisa Ambruk

Read Next

Diikuti 4.731 Peserta, PDI Perjuangan Akan Gelar Rakernas 10-12 Januari 2020