8 March 2021, 15:53

7 DPO KPK Belum Tertangkap, Harun Masiku Salah Satunya

Harun Masiku

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buronan untuk 10 nama tersangka kasus rasuah. Dari 10 nama DPO sepanjang 2020 ini, tujuh orang belum berhasil ditangkap.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengklaim pihaknya terus berupaya memburu mereka. Adapun, tujuh orang tersangka yang hingga saat ini masih diburu oleh KPK yakni :

1. Harun Masuku, tersangka kasus dugaan suap pengurusan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR periode 2019-2024;

2. Sjamsul Nursalim, tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terhadap oblibor Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI);

3. Itjih Nursalim, tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terhadap oblibor Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI);

4. Samin Tan, tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM);

5. Kirana Kotama, tersangka kasus dugaan suap terkait Penunjukan Ashanti Sales Inc sebagai agen eksklusif PT PAL Indonesia (Persero) dalam pengadaan kapal SSV untuk Pemerintah Filipina Tahun 2014 sampai 2017;

6. Izil Azhar, tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait pembangunan proyek Dermaga Sabang tahun 2006-2011.

7. Surya Darmadi, tersangka kasus dugaan suap terkait pengajuan revisi alib fungsi hutan di Provinsi Riau kepada Kementerian Kehutanan tahun 2014.

“Terhadap DPO yang hingga saat ini belum ditemukan, KPK masih terus melakukan berbagai upaya agar para DPO tersebut dapat ditemukan,” ucap Nawawi saat konpers ‘Capaian Kinerja KPK 2020’ di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (30/12/2020).

Adapun tiga orang yang telah berhasil ditangkap dan saat ini sedang diproses oleh KPK baik di penyidikan maupun di persidangan yakni, mantan Sekretaris MA Nurhadi; menantunya, Rezky Herbiyono; serta Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

Ketiganya merupakan para tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

“Tiga orang telah dilakukan penangkapan,” ujar dia.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Antisipasi Terjadinya Korupsi, KPK Ingatkan Pemerintah Agar Pembelian Vaksin Covid-19 Tidak Langsung Dalam Jumlah Besar

Read Next

Sepanjang 2020, 43 Pegawai KPK Mengundurkan Diri