23 May 2024, 23:40

3 Eks Pemeriksa Pajak Divonis 3 dan 5 Tahun Penjara

Pengadilan Tipikor Jakarta

Pengadilan Tipikor Jakarta

daulat.co – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan hukuman atau vonis terhadap tiga pemeriksa pajak di Kantor Pajak Penanaman Modal Asing (KPP PMA) Tiga Jakarta, Hadi Sutrisno, Jumari dan Muhammad Naim Fahmi. Ketiganya divonis berbeda lantaran terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap terkait persetujuan permohonan lebih bayar pajak (restitusi) yang diajukan PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) tahun pajak 2015 dan 2016.

Terdakwa Hadi Sutrisno divonis pidana penjara selama 3 tahun dan denda Rp 200 juta subidair 1 bulan.  Sementara Jumari dihukum pidana penjara 3 tahun dan denda Rp 200 juta subsidair 1 bulan. Sedangkan terdakwa Moh Naim Fahmi divonis 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsidair 2 bulan.

Ketiga orang pemeriksa pajak KPP PMA Tiga Jakarta itu terbukti menerima suap masing-masing senilai 18.425 dolar AS dan 13.700 dolar AS lantaran menyetujui permohonan restitusi yang diajukan PT WAE tahun pajak 2015 dan 2016. PT WAE adalah distributor resmi kendaraan premium dengan merk Jaguar, Land Rover dan Bentley.

Ketiganya menerima suap dari Komisaris PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) Darwin Maspolim dan Katherine Tan Foong Ching selaku Chief Financial Officer Wearnes Automotive PTE LTD. Perbuatan tiga terdakwa itu dilakukan bersama-sama mantan Kepala Kantor Pajak Penanaman Modal Asing (KPP PMA) Tiga Jakarta, Yul Dirga, yang sudah divonis.

Perbuatan ketiga terdakwa itu diyakini oleh majelis hakim melanggar Pasal 12 Ayat Huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 65 Ayat (1) KUHP, seperti dakwaan pertama.

“Mengadili menyatakan terdakwa 1 Hadi Sutrisno, terdakwa 2 Jumari, terdakwa 3 Moh Naim Fahmi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tipikor secara bersama-sama,” kata hakim ketua Suparman saat membacakan amar putusan, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin  (6/7/2020).

Dalam amarnya, majelis hakim pengadilan Tipikor Jakarta mengabulkan permohonan justice collaborator yang diajukan terdakwa Hadi Sutrisno.

Vonis itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum pada KPK. Jaksa KPK sebelumnya menuntut Hadi Sutrisno dan Jumari dengan pidana penjara selama 5 tahun dan pidana denda sebesar Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Sementara Muh Naim Fahmi dituntut pidana penjara selama 6 tahun dan pidana denda sebesar Rp 250 juta subsider 3 bulan kurungan.

Merespon vonis tersebut, ketiga terdakwa menyatakan pikir-pikir. Hal serupa juga disampaikan Jaksa Penuntut Umum pada KPK.

Sebelumnya Yul Dirga divonis oleh Majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi Jakarta dengan hukuman enam tahun dan enam bulan serta denda Rp 300 juta subsidair 3 bulan kurungan. Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan yakni mewajibkan Yul Dirga membayar uang pengganti 18.425 USD, 14.400 USD, dan Rp 50 juta subsidair 2 tahun kurungan.

Menurut majelis hakim, Yul Dirga terbukti menerima suap senilai USD18.425, USD14.400, dan Rp 50 juta dari Komisaris PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) Darwin Maspolim dan Katherine Tan Foong Ching selaku Chief Financial Officer Wearnes Automotive PTE LTD. Tujuan pemberian uang agar Yul Dirga dan tiga orang pemeriksa pajak KPP PMA Tiga Jakarta yaitu Hadi Sutrisno, Jumari dan Muhammad Naim Fahmi menyetujui permohonan lebih bayar pajak (restitusi) yang diajukan PT WAE tahun pajak 2015 dan 2016.

Perbuatan Yul Dirga dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 65 ayat (1) KUHP.

Hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa KPK. Sebelumnya Yul Dirga dituntut dengan hukuman penjara 9 tahun 6 bulan dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan. Yul Dirga juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar 133.025 dolar AS, 49 ribu dolar Singapura dan Rp 25 juta. Merspon vonis tersebut, Yul Dirga dan jaksa penuntut umum pada KPK menyatakan pikir-pikir.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Terpidana Penyuap Eks Komisioner KPU Jalani Hukuman di Lapas Sukamiskin

Read Next

Hmm, Komisi III DPR Gelar Rapat Tertutup Dengan KPK