27 May 2024, 12:49

19 Narapidana Bandar Narkoba Lapas Cipinang Dipindahkan ke Nusakambangan

Lapas Nusakambangan

Lapas Nusakambangan

daulat.co – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memindahkan 19 narapidana bandar narkoba ke Lapas super maximum security Karanganyar, Nusakambangan. Para bandar narkoba itu dipindahkan dari Lapas Kelas I Cipinang.

“Kita berharap, pemindahan narapidana bandar narkoba ini ke Lapas Super Maximum Security Karanganyar ini dapat efektif dalam memutus mata rantai dan mencegah peredaran gelap narkotika di Lapas/Rutan, khususnya di wilayah DKI Jakarta,” ucap Kepala Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Ibnu Chuldun dalam keterangan resminya kepada wartawan, Sabtu (19/6/2021).

Ditegaskan Ibnu, Kemenkumham terus berkomitmen memutus mata rantai dan mencegah peredaran gelap narkotika di lapas maupun rutan. Adapun 19 narapidana yang dipindahkan adalah AS, AL, AN, BY, BS, FZ, HG, IH, JF, MK, MI, MZ, OA, RD, SG, TH, VIG, YM, dan YP.

Proses pemindahan narapidana bandar narkoba pada Jumat (18/6/2021) ini dilakukan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) DKI Jakarta, Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) Lapas Kelas I Cipinang, dan Brimob Polda Metro Jaya.

Terkait pemindahan ini, kata Ibnu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah dan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah. Lebih lanjut dikatakan Ibnu, seluruh narapidana itu sebelum dipindahkan terlebih dahulu mengikuti swab rapid test antigen untuk mencegah penyebaran COVID-19.

“Setelah dipastikan sehat, barulah mereka dipindahkan menggunakan bus dengan pengawalan yang ketat dari pihak Ditjenpas, Kanwil DKI, pegawai Lapas Cipinang, hingga Brimob Polda Metro Jaya,” kata Ibnu.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Korupsi Tanah Munjul, KPK Segera Sita Aset Rudy Hartono Iskandar Cs

Read Next

Ahmad Muzani Bilang, Pemimpin Harusnya Tidak Hanya Bermodalkan Popularitas