22 October 2019, 20:32

Wagub Uu Dorong Ponpes di Jabar Kembangkan Jiwa Usaha

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum resmi membuka pelatihan dan magang program One Pesantren One Product gelombang II

daulat.co – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum resmi membuka pelatihan dan magang program One Pesantren One Product (OPOP) Gelombang II. Kegiatan pelatihan dan magang yang diikuti 148 orang dari 75 pondok pesantren di selenggarakan di Ponpes Al Idrisiyyah, Tasikmalaya, Jumat (4/10/19).

Wagub Uu juga meluncurkan program OPOP guna mewujudkan Pesantren Juara. Dengan harapan nantinya pesantren di Jabar mandiri secara ekonomi. Sebab menurutnya, ponpes harus mempunyai kekuatan atau modal. Santri dan pengurus pesantren harus mengubah pola pikir, disamping melaksanakan tugas utamanya yaitu belajar fikih, akidah dan muamalah.

“Kenapa pesantren di Jawa Timur bisa bertahan hingga ratusan tahun, karena mereka punya restoran, supermarket, penginapan dan jenis usaha lainnya. Minimal dalam 5 tahun kepemimpinan kami, 5000 pesantren sudah melaksanakan OPOP (memiliki produk khas yang dapat dijual kepada masyarakat luas),” kata dia.

Pada tahap pertama ini sebanyak 1074 pesantren telah mendaftar melaui online dan lolos tahap seleksi. Mereka mewakili kecamatan di 27 kabupaten/ kota, yang terbagi ke dalam dua kategori yaitu start up dan skill up. Mereka akan mengikuti pelatihan dan magang di ponpes yang sudah ditunjuk.

Untuk kategori start up, peserta akan mendapatkan materi soal mindset kewirausahaan, pemetaan potensi diri, bisnis plan dan marketing, pemetaan/ strategi pasar, business plan operation, tips dan sharing bisnis di lingkungan pesantren, serta praktik marketing online.

Sedangkan, materi yang disampaikan kepada peserta untuk kategori skill up meliputi pengembangan bisnis, manajemen strategis, analisa SWOT, strategi bisnis, program pemasaran, operasional perusahaan, program keuangan, legal, dan sharing bisnis.

“Narasumbernya pun tak main-main kita hadirkan para praktisi, konsultan, akademisi dan instruktur pesantren. Jadi peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola usaha pesantren terutama bidang manajemen dan skill usaha,” demikian Wagub Uu. (M Nurrohman)

Read Previous

Bamsoet: Mari Bersama Jadikan MPR Sebagai Rumah Kebangsaan

Read Next

Musa Rajekshah Instruksikan Inspektorat Telusuri Dugaan Malpraktik Dana BOS SMAN 1 Tiganderket