11 April 2021, 12:04

Untuk Pemahaman Yang Utuh, Guru Harus Sampaikan Sejarah Secara Komprehensif

Kota Tua - ilustrasi sejarah

Kota Tua – ilustrasi sejarah

daulat.co – Guru madrasah pengampu mata pelajaran Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) diminta untuk menyampaikan materi mengenai sejarah secara komprehensif. Hal ini perlu dilakukan agar siswa memiliki pandangan yang utuh atas fakta-fakta sejarah Islam yang terjadi. 

“Sampaikan kepada peserta didik, fakta sejarah yang komprehensif agar siswa memahami sejarah Islam masa lalu secara utuh,” pesan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Kementerian Agama, Muhammad Zain, dalam Workshop Pengembangan Kompetensi Guru Sejarah Kebudayaan Islam MA/MAK di Tangerang belum lama ini.

Menurutnya, penyampaian sejarah Islam secara komprehensif memiliki andil untuk membentuk generasi muda yang moderat. Zain mencontohkan, materi tentang kejayaan Islam di Spanyol yang melahirkan para filsuf hebat Ibnu Rusyd dan tokoh mufassir Abi Abdullah al-Qurthuby, maka tak cukup hanya menjelaskan perkembangan ilmu pengetahuan yang berkembang saat itu. 

Seorang Guru Mapel SKI, lanjut dia, juga perlu mengelaborasi bagaimana sikap dan perilaku umat Islam pada saat itu. Dimana kebesaran Islam di Spanyol dan berjaya selama 750 tahun karena para ulama dan muslim Spanyol kala itu senantiasa mempraktekkan Islam yang inklusif, terbuka dan toleran.

Zain mengingatkan agar Guru Mapel SKI perlu memiliki kekayaan literasi sejarah Islam. Sejarah Kebudayaan Islam memiliki karakternya sendiri, hal ini perlu didukung dengan sumber bacaan yang lengkap, agar informasi sejarah tidak dilihat dari satu sudut pandang saja.

Selain menyampaikan informasi sejarah secara utuh, masih kata Zain, guru SKI sebagai pendidik harus menyajikan sejarah secara menyenangkan. Hal ini, agar materi sejarah menjadi lebih menarik dan bisa diterima oleh peserta didik dengan baik.

“Menyampaikan materi pembelajaran sejarah  perkembangan Islam kepada siswa disaat pandemi Covid-19 secara daring menjadi tantangan sendiri bagi guru SKI. Oleh sebab itu, guru SKI harus kreatif agar materi sejarah tidak membosankan,” pungkasnya.

(M Nurrohman)

Read Previous

Serap Masukan, Menteri Agama Gelar Pertemuan Dengan Pimpinan Ormas Islam

Read Next

Hindari Perdebatan Tak Produktif di Medsos, Saatnya Kembali ke DNA Muhammadiyah