Trimedya: Pernyataan Basarah soal Korupsi Orde Baru Sesuai Fakta

Ketua DPP PDIP bidang Hukum Trimedya Panjaitan (kiri), Wasekjen PDIP Ahmad Basarah (tengah), dan Koordinator Media Monang Sinaga.

Daulat.co – Ketua DPP PDIP bidang Hukum dan Perundang-undangan, Trimedya Panjaitan menegaskan pernyataan Ahmad Basarah bahwa guru korupsi di Indonesia adalah mantan presiden Soeharto sudah sesuai fakta, sehingga tidak melanggar aturan hukum.

“Jadi kita enggak terlalu ragu. Karena apa yang disampaikan itu adalah benar,” kata Trimedia di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Sabtu (01/12/2018).

Trimedya menilai pernyataan Basarah masuk dalam kategori negatif campaign atau kampanye negatif yang boleh dilakukan. Ini berbeda dengan kampanye hitam atau black campaign yang dilarang dalam aturan.

“Kalau negatif campaign itu faktanya benar. Kalau black campaign itu yang berita bohong, hoaks dan itu yang tidak boleh,” jelasnya.

Trimedya mengingatkan bahwa salah satu semangat yang dibangun ketika membentuk UU tentang KPK adalah lantaran selama 32 tahun orde baru berkuasa Indonesia banyak korupsi.

“Saya salah satu yang ikut terlibat dalam Undang-Undang KPK 30 tahun 2002. Spiritnya itu karena 32 tahun harta kita ini, malah bahasanya dirampok. Begitu kita waktu diskusi itu, Soeharto, anak dan kroni-kroninya,” tegasnya.

Bahkan beberapa waktu sebelumnya, jelas Trimedya, KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) itu selalu disebut. Makanya UU memberikan kewenangan yang luar biasa terhadap KPK dengan harapan setelah kehadiran KPK korupsi di negeri ini bisa turun.

“Dan itu kan terbukti. Apa yang disampaikan oleh Pak Prabowo bahwa korupsi di negara kita sudah stadium 4 sudah dibantah sendiri oleh Ketua KPK Pak Agus Raharjo. Oh tidak, kita udah turun rankingnya. Bahwa belum benar, ia. Tapi udah turun rankingnya,” jelas Trimedya.

Dengan dasar itu, Trimedya mengatakan bahwa jajaran DPP, khususnya ketua bidang hukum DPP PDIP siap seandainya ada laporan kepada Ahmad Basarah. Karena kita meyakini tidak ada pelanggaran hukum, pidana apalagi dengan apa yang disampaikan.

“Karena menurut kami apa yang disampaikan oleh Pak Basarah tadi hanya negatif champaign. Dia menyampaikan sesuatu yang benar kepada masyarakat,” ulasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa jika memang dilaporan ke polisi, sudah ada sekitar 200 lawyer yang siap mendampingi Ahmad Basarah. Baik dari struktur PDIP di seluruh Indonesia, dari kalangan advokat prifesional, maupun advokat yang berlatar belakang aktivis.

“Dari sejak hari Rabu itu sampai tadi malam, banyak yang mau jadi pengacara Pak Basarah. Mungkin dianggap seksi juga ini kalau menjadi kasus. Mungkin sudah 150 sampai 200-an pengacara yang siap mendampingi,” tutup Trimedya.

(M Sahlan)