11 April 2021, 10:30

Tren Covid-19 Membaik, DPR Dorong Pertunjukan Seni Budaya Dibuka Secara Bertahap

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengenakan kepala barongsai - ist

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengenakan kepala barongsai – ist

daulat.co – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana menggelar kegiatan belajar tatap muka mulai Juli 2021 mendatang. Utamanya setelah guru dan tenaga pendidikan menerima vaksin Covid-19.

Rencana tersebut mendapatkan sambutan Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda. Bahkan, selain rencana kegiatan belajar tatap muka, ia mendorong agar pemerintah juga membuka kegiatan seni budaya. Apalagi, sinyal penanggulangan Covid-19 disebutnya sudah berjalan membaik dibuktikan dengan menurunnya kasus aktif.

“Kami mendukung kembali dibukanya sekolah dan bergeraknya industri kreatif di Tanah Air seiring tingginya antusiame vaksinasi Covid-19. Seni pertunjukan saya rasa layak dipertimbangkan untuk kembali dibuka secara bertahap, baik itu konser musik, pertunjukan teater, maupun kesenian tradisional,” kata Huda.

Ketua Komisi X DPR dalam keterangan tertulisnya, Selasa 2 Maret 2021, menyatakan, pagelaran kegiatan seni budaya sudah terhenti selama setahun akibat pandemi Covid-19. Kondisi itu berdampak besar bagi para pelaku seni pertunjukan, termasuk para musisi, aktor, komedian, hingga kru pertunjukan. Para seniman ini menggantungkan hidupnya dari berkesenian.

“Mereka yang biasa menggantungkan hidup dari seni pertunjukan kehilangan sumber mata pencaharian utamanya. Pelarangan pagelaran seni budaya selama pandemi berdampak sangat besar bagi para pelakunya. Tidak hanya dari sisi ekonomi, pelarangan ini juga berdampak pada penurunan daya kreativitas karena minimnya ruang ekspresi,” ucapnya.

Saat ini, beberapa indikator penanganan Covid-19 menunjukkan tanda-tanda menggembirakan. Secara global terjadi penurunan kasus aktif beberapa waktu terakhir. Di Indonesia target vaksinasi gelombang satu untuk para tenaga kesehatan relatif sukses. Vaksinasi gelombang satu untuk pelayan publik, lansia, jurnalis, hingga pedagang besar juga relatif berjalan lancar.

Karenanya, sudah saatnya dipikirkan bagaimana sektor industri kreatif kembali berjalan dengan menimbang opsi pembukaan konser musik dan seni pertunjukan lain secara bertahap. Ada beberapa tujuan pembukaan ruang ekspresi bagi seni pertunjukan tersebut. Pertama, untuk kembali menggairahkan kreativitas para pelaku seni. Kedua, membangkitkan industri kreatif. Dan ketiga, memastikan ekosistem seni pertunjukan Indonesia yang sudah baik tetap terjaga.

“Sebelum pandemi seni pertunjukan di Indonesia mempunyai agenda rutin yang menjadi perhatian dunia, seperti pagelaran Festival Java Jazz, Prambanan Jazz, hingga Synchronize Fest. Relasi antara promotor, musisi, dan pihak sponsor juga terjalin dengan baik. Ekosistem ini harus tetap dijaga, salah satunya dengan pemberian izin pagelaran dari pemerintah,” kata Huda.

Politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan, opsi pembukaan kembali seni pertunjukan itu dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Pertama, harus ada pembatasan kapasitas penonton. Kedua, sebisa mungkin pagelaran dilaksanakan di luar ruangan. Ketiga, standar masker, suhu tubuh dalam batas aman, dan ketersediaan sanitasi penunjang tetap terjaga selama pertunjukan.

“Kami sudah berkomunikasi dengan para pelaku industri kreatif ini salah satunya dengan asosiasi promotor musik Indonesia. Mereka bersedia duduk bersama untuk merumuskan bagaimana konser bisa digelar, namun tetap aman dan sehat. Jadi sudah saatnya pemerintah mengajak mereka untuk duduk bersama,” jelasnya.

Huda yang juga legislator dapil Jawa Barat VII itu juga mendesak kepada pemerintah agar memprioritaskan pemberian vaksinasi bagi pelaku seni pertunjukan. Para musisi, aktor, komedian, hingga pelaku seni tradisional layak mendapatkan prioritas, karena mereka adalah salah satu pendorong aktif roda ekonomi di Tanah Air.

(Sumitro)

Read Previous

Lembaga Anti Narkotika Hadir di Pemalang, Segera Dideklarasikan Dalam Waktu Dekat

Read Next

PBNU Ingatkan Pemerintah Untuk Menjaga Stabilitas Politik