TKW Hilang di Yordania Sejak 2009, Ahmad Iman Pakai Jaringan Garda BMI Ikut Mencari

Daulat.co – Ketua Umum Gabungan Aliansi Rakyat Daerah untuk Buruh Migran Indonesia (Garda BMI) Ahmad Iman mengaku sedih mendengar kabar Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Yordania hilang tanpa kabar sejak 2009.

“Kabar hilangnya saudara kita yang bekerja di luar negeri tentu sangat menyedihkan. Saya bersama teman-teman Garda BMI terpanggil untuk ikut mencari informasi keberadaannya,” ujar Ahmad Iman, Jumat (1/2/2019).

Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang hilang tanpa kabar di Yordania itu bernama Masriyah Binti Masdin, asal Kampung Mundu Cilik 004/003 Desa Jeruk Tipis, Kecamatan Keragilan, Kabupaten Serang, Banten.

Masriyah yang bertolak menuju Yordania pada 2009 sama sekali belum pernah bisa dihubungi oleh keluarganya di Desa Jeruk Tipis, Serang. Padahal ia punya suami, orang tua, dan anak yang waktu ditinggalkan tahin 2009 masih berusia dua tahun (sekarang usia 11 tahun). Bahkan hingga hari ini keadaan dan beberadaan Masriyah, istri dari Uci Sanusi tidak diketahui.

Seperti disampaikan Ahyar, seorang aktivis Garda BMI, kepergian Masriyah merantau ke luar negeri tentu dengan harapan agar ekonomi keluarga lebih baik. Tapi yang terjadi justru membuat bingung keluarganya di Serang.

Uci Sanusi, suami Masriyah menuturkan bahwa istrinya pamit merantau ke luar negeri untuk jadi pembantu rumah tangga, namun ia tidak mengetahui nama Sponsor/PJTKI yang memberangkatkan. Juga tak tau alamat kerja atau tinggal, serta kepada siapa istrinya itu bekerja di sana.

Kata Uci Sanusi, segala upanya sudah dilakukan oleh  pihak keluarga untuk mencari informasi keberadaan Masriyah, namun sampai saat ini belum ada yang bisa memberikan keterangan. Keberadaan istrinya tetap jadi misteri.

“Saya sangat khawatir, keadaannya tapi tetap berharap bisa berkumpul bersama lagi, mudah-mudahan ada yang mengenal istri saya ini,” kata  Sanusi, dilaporkan oleh Ahyar, seorang aktivis Garda Buruh Migran Indonesia.

Satu-satunya upaya yang bisa dilakukan Sanusi adalah bermain medsos. Bermodal foto lama Masriyah, ia rajin memposting foto sang istri di media sosial dengan caption “tolong siapa saja yang melihat atau mengenal istri saya di Yordania dan belum ada kabarnya untuk dibantu”.

Uanggahan Sanusi pada 2018 masih aja sampai saat ini. Ia berharap ada bantuan dari pemirsa dunia maya soal informasi keberadaan sang istri. Selain Medsos, tidak ada lagi jalan karena tidak ada document  apa-apa yang ditinggalkan Misriyah.

Ahmad Iman sendiri siap menggerakkan jaringan yang ada agar Masriyah bisa diketahui keberadaannya. Ia juga berharap kasus-kasus serupa jangan terjadi lagi.

“Kasus semacam ini memang riskan terjadi. Makanya saya bersama Garda BMI akan berusaha menemukannya,” kata Ahmad Iman yang juga Caleg PKB untuk DPR RI dari Daoil Jakarta II (Jaksel, Jakpus, dan Luar Negeri).

Kata Ahmad Iman, selain mencari TKW hilang, ia berharap agar ada langkah antisipasi dari keluarga maupun TKW yang akan pergi keluar negeri, atau pun yang saat ini ada di luar negeri.

“Kalau mau berangkat, pastikan semua surat-surat dokumen sudah lengkap dan legal. Harus jelas siapa yang memberangkatkan, di mana ditempatkan, dan siapa nama majikannya. Ini buat antisipasi agar jangan terjadi hal-hal yang tidak kita harapkan,” jelas Iman yang juga Wasekjen DPP PKB.

Ahmad Iman yang juga pernah jadi Wartawan mengaku akan menggerakkan jaringan Garda BMI dalam membantu masalah yang menimpa TKI, bukan hanya kasus TKI yang hilang, juga terkait pemenuhan hak dan perlindungan bagi pekerja migran.

“Kami tentu ikut terpanggil. Kita kan saudara satu bangsa, satu tanah air. Harus aktif membantu saudara-saudara kita di luar negeri,” tuntas Ahmad Iman, Caleg DPR RI Nomor Urut 01 dapil Jakarta II, Ketua Umum Garda BMI, Wasekjen PKB.

(M Sahlan)