24 September 2020, 04:23

Tingkatkan Ekonomi Kawasan Desa, Pemprop Jateng Bantu Penyertaan Modal di Enam Desa di Ulujami

daulat.co – Enam Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kecamatan Ulujami, Pemalang, menerima bantuan dari Pemerintah Propinsi Jawa Tengah yang peruntukannya ditujukan untuk memajukan ekonomi kawasan di desa. Ke-enam desa penerima bantuan disebutkan telah memenuhi persyaratan sehingga layak mendapatkan bantuan.

“Ke-enam desa itu adalah Desa Pesantren, Desa Mojo, Desa Blendung Desa Kertosari, Desa Kaliprau, dan Desa Tasikrejo,” terang Direktur BUMDes Bersama Rukun Makmur Kecamatan Ulujami Sardiyan dikantornya, Selasa 15 September 2020.

Ia menjelaskan, desa-desa yang menerima bantuan dari Pemprop Jateng dinyatakan telah memenuhi kriteria desa-desa yang mendapat bantuan. Utamanya syarat bahwa desa tersebut telah menyusun peraturan desa menyangkut kerjasama BUMDes antar desa.

Dalam penyerahan bantuan tersebut, Direktur BUMDes Bersama Rukun Makmur mendatangani Memorandum Of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman mengenai bantuan (penyertaan) modal. Penandatanganan Nota Kesepahaman disaksikan Camat Ulujami Yanuar Nitbani dan perwakilan dari Dispermades Kabupaten Pemalang.

Sardiyan menyampaikan, bantuan penyertaan modal yang ditandatangani bersama hari ini sebagai langkah awal pembangunan kawasan pedesaan di wilayahnya tersebut. Dimana sesuai arahan dari Pemprov Jateng, bantuan selanjutnya akan dialokasikan sebagai modal bersama. Dengan rincian, 75 persen untuk penguatan pangan dan sisanya untuk memajukan perekonomian kawasan.

Mengenai target yang akan diprioritaskan, Sardiyan menekankan jika BUMDes Bersama Rukun Makmur dalam waktu dekat berkoordinasi soal jual-beli kebutuhan pokok dan perikanan. Diketahui jika di wilayah Ulujami dikenal sebagai sentra produksi perikanan, terutama untuk bandeng dan udang.

“Kami telah membangun rumah produksi pengolahan ikan bandeng di Desa Blendung, dan salah satu produknya yang kami andalkan adalah Salai Bandeng, atau kita kenalkan dengan merek ‘Bandeng Salto’. Saya yakin ini satu-satunya di Indonesia, ini yang akan kami kembangkan,” ucap Sardiyan.

Bantuan penyertaan modal sendiri senilai Rp 50 juta untuk masing-masing desa dan akan di masukan dalam bentuk saham dan rencananya akan dikelola oleh BUMDes Bersama.

(Sumitro)

Read Previous

Pagu Anggaran Kemenkeu Rp43,3 Triliun Disetujui Komisi XI

Read Next

Berikut 6 Kontribusi Barang Milik Negara