24 November 2020, 22:34

Tiga Nama Untuk Suksesi Daripada Rois Faisol

Ilustrasi

DEWAN Pimpinan Daerah II Partai Golkar Kabupaten Pemalang akan menggelar Musyawarah Daerah (Musyda) selama dua hari, yakni pada tanggal 31 Oktober hingga 1 November 2020. Musyda juga sekaligus sebagai sarana suksesi kepemimpinan Rois Faisol yang masa baktinya sebagai pucuk pimpinan akan selesai.

Rois Faisol diketahui menahkodai partai berlambang pohon beringin Kabupaten Pemalang selama tiga periode. Sebenarnya, sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar, partai ini memberikan kesempatan dua periode seseorang dapat menjadi ketua di suatu daerah.

Hanya saja, Rois Faisol mendapatkan keistimewaan hingga tiga kali masa bhakti karena satu dan lain hal. Keistimewaan itu bukan Rois Faisol sendiri yang menentukan, melainkan dari DPP Partai Golkar.

Ya, partai yang sudah berusia 65 tahun ini memberikan semacam ‘bonus’ untuk Rois Faisol setelah sebelumnya diajukan DPD II Golkar Pemalang, digodok dan dibahas di DPD I Jawa Tengah untuk selanjutnya diserahkan ke DPP Partai Golkar.

Dari Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta, Kantor DPP Partai Golkar, kemudian turun surat rekomendasi atas berbagai pertimbangkan bagi Rois Faisol untuk meneruskan kepemimpinan di Partai Golkar Pemalang.

Kini, sejalan dengan akan habisnya masa kepemimpinan Golkar, partai ini akan menggelar suksesi kepemimpinan. Ada sejumlah nama yang sudah santer dikabarkan akan menggantikan Rois Faisol.

Dari sejumlah nama tersebut, baik Pimpinan Kecamatan, internal DPD II, maupun organ sayap, sayup-sayup mengerucut pada tiga nama. Pertama Rabadi, kedua Gandung Guntoro dan ketiga Edi Susilo. Ketiganya merupakan pengurus DPD II Golkar Pemalang.

Ada beberapa pekerjaan rumah (PR) l besar sekaligus sebagai tantangan bagi ketua dan atau pengurus terpilih ke depan. Kaderisasi, konsolidasi organisasi, hingga menata organisasi menatap Pemilu 2024.

Yang tidak kalah penting, dalam waktu paling dekat, adalah menata organisasi ditingkat internal yang kabarnya mengalami keterbelahan pilihan pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Pemalang Tahun 2020.

Perlu publik ketahui, Partai Golkar Pemalang dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pemalang Tahun 2020 bersama partai koalisi mengusung calon Wakil Bupati Eko Priyono untuk dipasangkan dengan Agus Sukoco.

Keputusan sudah diambil DPD II. Namun, masalah lain mengikuti. Pasalnya, setelah keputusan diambil muncul suara lain dari arus bawah soal nama yang disorongkan ke partai koalisi. Munculnya keterbelahan pilihan pun menjadi tak terelakkan.

Banyak kader lebih banyak memilih diam. Akan tetapi, langkah berani diambil Ketua Dewan Pertimbangan Lechan Imam Jazuli Cs yang terang-terangan mengundurkan diri dan mendukung paslon diluar keputusan partai, yakni mendukung Mukti Agung Wibowo dan Mansur Hidayat.

Golkar sendiri adalah partai yang cerdas dalam berpolitik. Bukan hanya di tingkat pusat, partai ini juga cerdas berpolitik di daerah. Untuk hal ini, publik sudah jamak mengetahuinya.

Jadi, singkatnya, kata salah satu senior Golkar Pemalang, tidak ada yang perlu dirisaukan, dikhawatirkan, apalagi ditakutkan. Golkar, sebagaimana pohon beringin yang rindang, akan senantiasa memberikan kesejukan dan keteduhan di tengah masyarakat.

Golkar akan terus berjaya, memasuki dan mengisi ruang strategis jabatan politik di Republik ini. Sebab, partai ini mampu membaca arah angin kemana politik berhembus. Ya, partai ini mampu mengikuti irama dan dendang politik kemana pun bergesernya arah angin. Sekian

Sumitro S.Sos – wartawan daulat.co

Read Previous

Wapres: Indonesia Siap Jadi Produsen Halal Dunia

Read Next

Fenomena Demokrasi Cukong, Negara Bisa Apa?