Tiga Eks Anak Buah Menpora Imam Nahrawi Segera Disidangkan

daulat.co – Dua mantan pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) segera duduk di kursi pesakitan pengadilan tindak pindana korupsi. Hal itu menyusul telah rampungnya proses pendidikan keduanya terkait kasus suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dari Kemenpora.

Dua mantan anak buau Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi itu yakni, Mulyana (MUL) dan Adhi Purnomo (AP). Selain Mulyana dan Adhi, Eko Triyanto (ET) juga segera disidangkan. Saat kasus ini bergulir, Mulyana menjabat sebagai Deputi IV Kemenpora; Adhi menjabat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora dan Eko selaku Staf Kemenpora.

“Penyidikan untuk 3 orang tersangka telah selesai. Hari ini dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti ke penuntutan (tahap 2),” ucap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di kantornya, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Dengan pelimpahan ini, jaksa penuntut umum pada KPK selanjutnya memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan Mulyana, Adhi, dan Eko. “Rencana sidang akan dilakukan di Jakarta,” ujar Febri.

Dalam pengusutan kasus ini, KPK telah memeriksa tiga tersangka dan sejumlah saksi dari berbagai unsur. Adapun saksi-saksi yang pernah diperiksa penyidik KPK yakni, Irjen Kemenpora; Ketua KONI Pusat; Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) pada Deputi IV Kemenpora; Asisten Deputi III dan IV; PNS Kemenpora; Staff KONI; dan Karyawan Swasta.

“Sejauh ini sudah diperiksa sebanyak 20 saksi dan para tersangka sudah diperiksa sebagai saksi atau tersangka sekurangnya masing-masing sebanyak 2 kali,” tutur Febri.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi penyaluran bantuan dari Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Kemenpora kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Yakni, adalah Deputi IV Kemenpora Mulyana (MUL), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo (AP), Staf Kemenpora Eko Triyanto (ET), Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy (EFH), dan Bendahara Umum KONI Jhony E. Awuy (JEA). Ending Fuad dan Jhony telah lebih dahulu disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Adhi Purnomo dan Eko Triyanto diduga menerima pemberian sekurang-kurangnya Rp 318 juta dari pengurus KONI. Selain itu, Mulyana juga menerima Rp 100 juta melalui ATM.

Mulyana sebelumnya juga sudah menerima suap lain dari pejabat KONI, yakni 1 unit Toyota Fortuner, 1 unit Samsung Galaxy Note 9, dan uang Rp 300 juta dari Jhony.

Diduga uang tersebut diterima Mulyana, Adhi, dan Eko agar Kemenpora mengucurkan dana hibah kepada KONI. Adapun dana hibah dari Kemenpora untuk KONI yang dialokasikan sebesar Rp 17,9 miliar.

Di tahap awal KONI mengajukan proposal kepada Kemenpora untuk mendapatkan dana hibah tersebut. Diduga pengajuan dan penyaluran dana hibah sebagai akal-akalan dan tidak sesuai kondisi sebenarnya. Sebelum proposal diajukan, diduga telah ada kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee sebesar 19,13 persen dari total dana hibah Rp 17,9 miliar, yaitu sejumlah Rp 3,4 miliar.

(Rangga Tranggana)