11 April 2021, 11:52

Tersangka Korupsi Tanah Munjul ‘Kunci Mulut’ Proses Penunjukkan PT Adonara

Yoory C Pinontoan

Yoory C Pinontoan

daulat.co – Eks Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan memilih irit bicara soal pengadaan lahan di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta pada 2019 yang berujung rasuah. Hal itu mengemuka usai Yoory menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (8/4/2021).

Pria yang tampil mengenakan kemeja putih lengan panjang itu memilih mempercepat langkahnya keluar dari Gedung KPK saat awak media mengonfirmasi sejumlah pertanyaan. Termasuk salah satunya saat disinggung soal proses penunjukkan PT Adonara Propertindo sebagai rekanan untuk mengadakan lahan di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta pada 2019.

Yoory hanya mengatakan semua materi pemeriksaan mengenai kasus dugaan korupsi tanah tersebut sudah disampaikannya kepada penyidik.

“Tanya ke penyidik, ya. Tanya penyidik semua,” ujar Yoory.

Yoory pun tak merespon saat disinggung soal pengusaha Rudy Hartono Iskandar dan istri Rudy, Anja Runtuwene selaku petinggi di PT Adonara Propertindo. Kembali, Yorry menyebut semua sudah disampaikannya kepada penyidik.

“Saya sudah memberikan keterangan yang dibutuhkan dengan datanya semuanya. Gitu saja, ya. Terima kasih,” jelas dia.

KPK diketahui telah meningkatkan kasus korupsi terkait pembelian tanah di kawasan Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kotamadya Jakarta Timur pada 2019, ke tahap penyidikan.

Deputi Penindakan KPK, Karyoto sebelumnya menyebut jika Yorry merupakan satu dari tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur Tahun 2019.

“Yang sudah ditetapkan 3 (orang tersangka) ya, Yoory,” ungkap Karyoto di kantornya, Jakarta, Selasa (6/4/2021).

Hal itu diungkapkan Karyoto usai disinggung dugaan keterlibatan pengusaha Rudy Hartono dalam kasus tersebut. KPK menduga Rudy Hartono terafiliasi dengan PT Adonara Propertindo. Meski demikian, suami  Anja Runtuwene itu sejauh ini masih berstatus saksi.

“Untuk masalah Rudy Hartono (kasus dugaan korupsi pengadaan tanah) Munjul memang yang bersangkutan saat ini masih berstatus saksi,” ujar Karyoto.

Sayangnya, Karyoto belum mau membeberkan lebih lanjut mengenai dugaan keterlibatan Rudy Hartono maupun Yoory C Pinontoan. Pun termasuk saat disinggung dua tersangka lainnya serta detail kasus ini.

Meski demikian, Karyoto memastikan pihaknya mendalami dugaan keterlibatan sejumlah pihak terkait kasus ini. Pun termasuk dugaan keterlibatan
Rudy Hartono. KPK sejauh ini sedang mendalami dan menguatkan bukti-bukti dugaan keterlibatan sejumlah pihak, termasuk Rudy.

“Biasanya kalau orang ini terbiasa apakah modusnya sama atau dia mata pencariannya dengan cara-cara atau modus seperti itu akan kami dalami,” ujar Karyoto.

Penyidik KPK sebelumnya sudah mengagendakan dua kali pemeriksaan terhadap Rudy Hartono. Namun, yang bersangkutan mangkir dengan sejumlah dalih. Terkait hal itu, Karyoto memastikan pihaknya akan kembali memanggil Rudy Hartono.

“Kalau tidak datang akan kita panggil lagi, aturan KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) seperti itu,” tegas Karyoto.

Sejumlah pihak terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur Tahun 2019 diketahui telah dicegah berpergian ke luar negeri. Pencegahan oleh Ditjen Imigrasi Kemenkumham itu atas permintaan KPK. Pencegahan bepergian ke luar negeri ini berlaku selama 6 sejak tanggal 26 Februari 2021 untuk memudahkan proses penyidikan.

Tanah yang dibeli di kawasan Munjul itu seluas 41.921 meter persegi. Tanah itu dibeli Perumda Pembangunan Sarana Jaya dari PT Adonara Propertindo. Indikasi kerugian negara dalam kasus ini diduga sebesar Rp 100 miliar, terjadi karena ada selisih harga tanah Rp 5.200.000 per m2 dengan total pembelian Rp 217.989.200.000.

Terkait proses penyidikan kasus ini, penyidik KPK sudah mengagendakan pemeriksaan sejumlah pihak. Diantaranya, Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene dan Pengusaha Rudy Hartono Iskandar.

Yoory C Pinontoan diketahui telah menjabat sebagai Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya sejak 2016 setelah sebelumnya menjadi Direktur Pengembangan Perumda Pembangunan Sarana Jaya dan meniti karir sejak tahun 1991.

Pasca kasus itu mencuat dalam pemberitaan media, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan langsung menonaktifkan Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

DPC Asprindo Siap Sukseskan Program Unggulan Pemkab Pemalang

Read Next

Bersama Mensos Salurkan Bantuan, Andreas Pareira Tegaskan Negara Hadir Tangani Darurat Bencana di NTT