5 August 2020, 20:28

Terbukti Terima Suap, Jaksa Kejari Yogyakarta Divonis 4 Tahun Penjara

Pengadilan Tipikor Jakarta

Pengadilan Tipikor Jakarta

daulat.co – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Yogyakarta menjatuhkan hukuman atau vonis empat tahun penjara terhadap Jaksa fungsional sekaligus anggota Tim TP4D Kejaksaan Negeri Yogyakarta, Eka Safitra. Eka juga divonis hukuman denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Mejelis hakim meyakini jika Eka terbukti secara sah menerima suap terkait proyek rehabilitasi saluran air bersih di Jalan Dr Supomo, Yogyakarta yang dilelang Dinas PU, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman Kota Yogyakarta TA 2019. Majelis hakim menilai Satriawan terbukti melanggar Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

“Menyatakan terdakwa Eka Safitra secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” ucap Ketua Majelis Hakim Asep Permana membacakan amar putusannya dalam sidang digelar virtual, Rabu (20/5/2020).

Atas vonis tersebut, terdakwa Eka Safitra menyatakan pikir-pikir. Sementara tim jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan banding.

“Kami menyatakan banding, Yang Mulia,” kata Jaksa Wawan Yunarwanto yang mengikuti sidang dari kantor KPK.

Sementara jaksa Kejari Surakarta, Satriawan Sulasono, yang juga terlibat kasus ini, divonis majelis hakim, 1 tahun 6 bulan penjara. Selain itu juga hukuman denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan.

Satriawan dinilai terbukti terlibat dalam kasus suap rehabilitasi Saluran Air Hujan (SAH) atau drainase di kawasan Jalan Soepomo, Kota Yogyakarta. Majelis hakim menilai, Satriawan terbukti membantu mengenalkan eks jaksa TP4D Kejari Yogyakarta, Eka Safitra, dengan Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri (Mataram), Gabriella Yuan Anna Kusuma.

Eka dari perkenalan itu akhirnya menerima uang Rp 221 juta dari Gabriella. Pemberian uang dimaksuskan agar Eka menetapkan perusahaan Gabriella yakni PT Widoro Kandang sebagai pemenang proyek rehabilitasi SAH yang bernilai Rp 10 miliar.

Menanggapi vonis hakim, Satriawan menyatakan pikir-pikir. Sementara  jaksa KPK menyatakan akan mengajukan banding.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Eks Dirut Perum Perindo Risyanto Suanda Dituntut 5 Tahun Penjara

Read Next

KPK Segel Sejumlah Aset Buron Eks Sekretaris MA Nurhadi