29 October 2020, 08:50

Terbukti Korupsi Proyek Bakamla Bersama Ali Fahmi, Bos PT CMIT Divonis 5 Tahun Bui

Palu hakim - ist

Palu hakim – ist

daulat.co – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta menjatuhkan hukuman pidana lima tahun penjara atau bui dan denda Rp 600 juta subsider enam bulan kurungan terhadap Direktur Utama PT Compact Microwave Indonesia Teknologi (CMIT) Rahardjo Pratjihno.

Majelis hakim juga menghukum Rahardjo membayar uang pengganti sebesar Rp 15.014.122.595, karena Rahardjo Pratjihno terbukti secara sah dan meyakinkan memperkaya diri sendiri dan orang lain terkait proyek Backbone Coastal Surveillance System di Badan Keamanan Laut (Bakamla) pada tahun anggaran 2016. Akibat perbuatan itu negara dirugikan Rp 63.829.008.006,92.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Rahardjo Pratjihno telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” ucap Ketua Majelis Hakim, Muslim saat membacakan amar putusan, Jumat 16 Oktober 2020.

Dalam uraiannya, Majelis Hakim menerangkan bahwa perbuatan Rahardjo dilakukan bersama-sama Ali Fahmi alias Fahmi Habsy sebesar Rp 3.500.000.000. Fahmi Habsy merupakan Staf Khusus bidang perencanaan dan keuangan yang diangkat Arie Soedewo selaku Kepala Bakamla.

Perbuatan itu, dilakukan bersama-sama dengan Bambang Udoyo selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Bakamla RI, Leni Marlina selaku ketua unit pengadaan Bakamla RI dan Juli Amar Ma’ruf selaku anggota atau koordinator ULP Bakamla RI pada Maret 2016 sampai Desember.

Perbuatan Rahardjo itu disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Majelis Hakim mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan dalam menjatuhkan vonis tersebut. Untuk hal yang memberatkan, Rahardjo dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi dan tidak mengakui perbuatannya.

“Hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan mempunyai tanggungan keluarga,” tutur Hakim Muslim.

Adapun hukuman terhadap Rahardjo ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK. Sebelumnya, Jaksa KPK menuntut Rahardjo dengan hukuman tujuh tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider enam bulan kurungan. Selain itu, Rahardjo juga dituntut hukuman pidana tambahan berupa membayar uang pengganti sebesar Rp 60.329.008.006,92.

Merespon vonis hakim itu, Rahardjo dan jaksa KPK menyatakan pikir-pikir.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Dari Comal, Habib Ahmad & Santri Deklarasikan Dukungan Untuk Agus Sukoco – Eko Priyono

Read Next

Setelah Dikritik, KPK Tinjau Ulang Rencana Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan