9 August 2020, 16:04

Tembus Angka 100 Ribu, Sufmi Dasco Pertanyakan Penanganan Covid-19 Pemerintah

daulat.co – Jumlah kasus positif Covid-19 yang terkonfirmasi hingga Senin 27 Juli 2020 tercatat angka kumulatif kasus positif di Tanah Air mencapai 100.303 orang. Terakhir, jumlah kasus positif terus bertambah menjadi 102,051 orang pada Rabu 29 Juli 2020.

Berdasarkan data Worldometers, jumlah tersebut membuat Indonesia  berada di urutan 24 sebagai negara dengan kasus virus Corona terbanyak di dunia, melewati negara asalnya China yang berada di posisi ke-26 dengan jumlah kasus infeksi virus Corona sebanyak 83.959 orang.

Melihat penambahan kasus yang terjadi, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan akan menempuh mekanisme yang dianggap perlu untuk melihat sejauh mana penanganan Pemerintah. Bahkan, jika diperlukan DPR akan mengadakan rapat dengan Pemerintah untuk membahas hal ini.

Kepada awak media di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/7), Dasco menyatakan DPR sebagai lembaga yang memiliki fungsi pengawasan memiliki kewenangan untuk mempertayakan hal tersebut kepada pemerintah.

ā€œKita tahu bahwa pemerintah telah membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dengan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020, sebenarnya kami berharap banyak dengan aturan itu implementasinya yang dilakukan bisa berjalan baik di lapangan,” kata dia.

Politisi Partai Gerindra itu juga menyinggung rencana pemerintah membuka kembali sektor pariwisata dalam waktu dekat. Menurutnya, perlu ada uji coba secara parsial terkait pemberlakuan protokol Covid-19 secara ketat dan disiplin. Untuk itu, sektor pariwisata perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

“Karena kalau pariwisata ini tidak kita diperhatikan, ini akan membuat ekonomi masyarakat di daerah wisata akan sulit. Sehingga usul saya secara parsial dilakukan uji coba antara membuka pariwisata dan melakukan uji rapid dan swab,” tuturnya.

Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPR itu menambahkan terkait sebagian masyarakat Bali yang menolak tes Covid-19. Kata dia, itu menjadi tugas pemerintah daerah setempat untuk meyakinkan masyarakat, sehingga wilayahnya kembali menjadi tempat tujuan pariwisata sekaligus bisa memberikan rasa aman.

“Kalau turis asing melihat bahwa protokol Covid-nya bagus, penanganan Covid-nya bagus, saya pikir Bali bisa kembali menjadi alternatif wisata di saat pandemi,” tutup Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku).

(Sumitro)

Read Previous

Jalankan Instruksi Gubernur Ganjar Hindari Kerumunan Massa, Mubes Simongklang Ditunda

Read Next

Ahok Doakan Cita-cita Joune Ganda Layani Masyarakat Minut Tercapai