Takbir Keliling, MUI Minta Umat Islam Tidak Nodai Malam Kemenangan Dengan Isu Politik

Takbir Keliling
Takbir Keliling

daulat.co – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’aruf Amin sudah mendapatkan informasi mengenai izin dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terhadap takbir keliling pada malam lebaran 2018. Namun demikian, MUI berharap takbir keliling tidak diisi dengan hal-hal yang berbau politik.

“Saya dengar Gubernur DKI memberikan izin, harap untuk dilakukan tertib jangan teriak-teriak yang tidak perlu, apalagi menggunakan takbir keliling untuk isu-isu politik. Jangan,” kata dia di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/6).

Disampaikan Ma’ruf, jika takbir keliling diisi dengan isu politik dikhawatirkan akan menimbulkan konflik. Yakni benturan antar kepentingan pihak satu dengan pihak lainnya. Jika itu terjadi, ia menyebut sama saja takbir keliling bisa menodai kesucian makna suci dari Malam Kemenangan (lebaran).

“Nanti malah ada gerombolan takbir lain yang tidak sejalan. Nanti antara gerombolan takbir dan gerombolan takbir yang lain berbenturan, nanti takbirnya melahirkan konflik. Jangan, itu merugikan, kita menodai suasana takbir,” jelasnya.

Sekedar diketahui, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, berencana hadir di lima Kotamadya DKI Jakarta pada malam Takbir Akbar. Kelima lokasi itu adalah di Masjid Jami’ At-Taqwa, Jalan Pisangan Baru Timur, Matraman. Kedua di Area CNI, depan Lippo Mall Puri Indah, samping kantor Wali Kota Jakarta Barat dan Rusun Tambora Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Ketiga di sepanjang Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat dan di Masjid Jami Al Islam, Petamburan, Jakarta Pusat. Keempat di Halaman Kantor Walikota Jakarta Selatan dan terakhir atau kelima di Masjid Al Hidayah, Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Melalui Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah, diungkapkan bahwa sesuai rencana Gubernur Anies dan Wagub Sandiaga akan memberikan sambutan dan melakukan tabuh bedug.

(M Abdurrahman)