Tak Ada Kesepakatan Bendera Tauhid Namun Kalimat Tauhid Harus Dimuliakan

http://daulat.co/wp-content/uploads/2018/11/Menag-7.jpg

daulat.co – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan bahwa tidak ada kesepakatan tentang apa itu bendera tauhid. Ia menegaskan bahwa yang disepakati dalam pertemuan antara pemerintah dengan sejumlah tokoh umat Islam di Kemenko Polhukam, Jumat, (09/11) adalah semua pihak memuliakan kalimat tauhid.

Menag menuturkan bahwa secara eksplisit, persoalan saat ini adalah bagaimana cara memuliakan kalimat tauhid tersebut. Sebab, seiring kebebasan berekspresi, orang melakukan bermacam-macam tindakan dengan menggunakan tulisan kalimat tauhid.

“Ini tentu domain ulama untuk memberikan arahannya. Jadi yang disepakati adalah bahwa kalimat tauhid harus dimuliakan. Tapi bagaimana cara kita memuliakannya, di sini masih beragam pandangan,” kata Menag usai upacara Peringatan Hari Pahlawan di Bandung, Sabtu (10/11).

Menurut Menag, banyak pertanyaan muncul di masyarakat. Bolehkah kalimat tauhid dipasang di jaket, kaos, topi, stiker, bendera, dan lainnya yang saat digunakan justru berpotensi terhinakan karena dikenakan tidak pada tempatnya?

Untik itu Menag menilai bahwa hal pembakaran bendera bertulisan tauhid tersebut menjadi domain para ulama, pimpinan MUI dan tokoh ormas Islam untuk merumuskan ketentuannya.

“Ketentuan tersebut diperlukan agar didapat cara pandang yang sama di kalangan umat dalam memuliakan kalimat tauhid,”  tutur Menag.

(M Nurrohman)