5 July 2020, 19:30

Suap Ketuk Palu RAPBD, KPK Tahan 3 Bekas Anggota DPRD Jambi

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan tiga bekas anggota DPRD Jambi yakni, Cekman (Fraksi Restorasi Nurani), Tadjudin Hasan (Fraksi PKB), dan Parlagutan Nasution (Fraksi PPP), Selasa (30/6/2020). Mereka ditahan usai menjalani pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus suap terkait pengesahan atau ‘ketuk palu’ Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2017 dan 2018.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, mengatakan ketiganya ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur untuk 20 hari pertama. Ketiga tersangka turut dihadirkan dalam konferensi pers tersebut. Tiga tersangka tersebut terlihat memakai rompi tahanan.

“Hari ini untuk kepentingan penyidikan, KPK menahan tiga orang tersangka selama 20 hari pertama,” ucap Lili.

Dikatakan Lili, ketiga tersangka akan menjalanj isolasi mandiri di Rutan KPK Cabang Kavling C1 sebelum dijebloskan ke dalam Rutan Pomdam Jaya Guntur. “Sebelumnya juga akan diisolasi mandiri selama 14 hari sebagai bagian dari protokol pencegahan Covid-19,” ujar Lili.

Usai konferensi pers berakhir, ketiganya digiring petugas KPK untuk menumpangi mobil tahanan. Namun tidak satupun dari ketiga tersangka mengeluarkan pernyataan terkait penahanannya.

Sebelumnya pada Selasa (23/6/2020), KPK telah menahan tersangka kasus suap terkait pengesahan atau ‘ketuk palu’ RAPBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2017 dan 2018. Ketiga tersangka itu ialah Ketua DPRD Jambi periode 2014-2019 Cornelis Buston, Wakil Ketua DPRD periode 2014-2019 AR Syahbandar, dan Wakil Ketua DPRD periode 2014-2019, Chumaidi Zaidi. Ketiga ditahan di Rutan KPK cabang Kavling K4, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Dalam kasus ini, KPK menjerat 18 orang sebagai tersangka, 12 di antaranya sudah diproses hingga persidangan. Pihak-pihak yang diproses tersebut adalah Gubernur, pimpinan DPRD, pimpinan Fraksi DPRD, dan pihak swasta.

Adapun 12 anggota DPRD Jambi dan seorang swasta yang ditetapkan KPK sebagai tersangka itu diduga mengumpulkan para anggota fraksi di DPRD Jambi terkait pengesahan APBD. Para anggota DPRD Jambi yang menjadi tersangka diduga menerima Rp 400-700 juta per fraksi atau Rp 100-200 juta per orang. Berikut ini daftar 12 eks anggota DPRD Provinsi Jambi yang menjadi tersangka:

1. Cornelis Buston (CB), eks Ketua DPRD
2. AR Syahbandar (ARS), eks Wakil Ketua DPRD
3. Chumaidi Zaidi (CZ), eks Wakil Ketua DPRD
4. Sufardi Nurzain (SNZ), eks pimpinan Fraksi Golkar
5. Cekman (C), eks pimpinan Fraksi Restorasi Nurani
6. Tadjudin Hasan (TH), eks pimpinan Fraksi PKB
7. Parlagutan Nasution (PN), eks pimpinan Fraksi PPP
8. Muhammadiyah (M), eks pimpinan Fraksi Gerindra
9. Zainal Abidin (ZA), eks Ketua Komisi III
10. Elhelwi (E), eks anggota DPRD
11. Gusrizal (G), eks anggota DPRD
12. Effendi Hatta (EH), eks anggota DPRD

KPK menduga suap untuk pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2017 senilai total Rp 12,9 miliar dan untuk RAPBD 2018 senilai Rp 3,4 miliar. KPK menduga suap itu sebagian berasal dari pengusaha Jeo Fandy Yoesman Alias Asiang.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Merasa Tak Terima Uang, Eks Menpora Isyaratkan Tempuh Upaya Hukum

Read Next

KPK Jebloskan Makelar Tanah RTH Kota Bandung ke Bui