5 July 2020, 19:49

Suami Kena PSBB di Perantauan, Istri di Rumah di ‘Lockdown’ Perangkat Desa

daulat.co – Perbuatan perangkat desa yang satu ini tidak patut dicontoh. Tugas yang diemban semestinya melayani masyarakat desa dengan sepenuh hati, namun justru disalahgunakan dengan ‘melayani’ istri orang.

Lebih memprihatikannya, peristiwa memalukan itu dilakukan di saat Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 tengah gencar-gencarnya menutup setiap celah meluasnya wabah corona. Yakni dengan memberlakukan Jam Malam mulai Rabu 27 Mei 2020.

Pelaku berinisial RL itu diketahui Perangkat Desa Cikendung, Kecamatan Pulosari, Pemalang. Sementara sang perempuan yang notabene suaminya masih di perantauan dan tidak pulang karena mengikuti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berinisial AT.

Kepala Desa Cikendung Slamet Hadi kepada wartawan membenarkan jika RL merupakan perangkat desa setempat. Atas penggerebekan yang dilakukan warga, yang bersangkutan selanjutnya memutuskan untuk mengundurkan diri.

Dari penuturan warga setempat dan dibenarkan Kades Slamet, penggerebekan terhadap RL dilakukan pada Rabu 27 Mei, sekitar pukul 23.30 WIB. Yakni pada saat hari pertama diberlakukannya Jam Malam di Kabupaten Pemalang.

Saat kejadian, RL kedapatan tengah berduaan dengan AT. Warga yang jengah dengan aksi RL selanjutnya berkumpul untuk melakukan penggerebekan. Oleh warga, RL kemudian diamankan dan di sidang/musyawarah bersama Pemdes Cikedung.

“Oknum perangkat desa tersebut kemudian diamankan oleh warga, namun hal itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Kades Slamet.

Hasil dari pembicaraan yang dilakukan secara kekeluargaan itu, RL memutuskan mengundurkan diri jabatannya yang belakangan diketahui jabatannya sebagai salah satu Kepala Dusun. Kata Kades Slamet, pengunduran diri RL dilakukan secara sukarela.

Dua pekan sebelumnya, masih di Kabupaten Pemalang, peristiwa serupa juga terjadi di Kecamatan Comal. Perangkat Desa Tumbal yang diketahui berinisial K bahkan sampai didemo warga karena ulah bejadnya ‘melayani’ perempuan berinisial C.

Warga yang awalnya curiga dengan perangkat desa tersebut dipertegas pembuktiannya dengan teriakan adik perempuan korban saat kejadian. Sang adik korban teriak karena mendapati pelaku tengah menyetubuhi kakak perempuannya di kursi ruang tamu.

Disaksikan warga, perangkat desa dan aparat kepolisian di Balai Desa Tumbal, Senin 11 Mei 2020, pelaku harus menerima akibat dari perbuatannya yakni mengundurkan diri dari jabatannya sebagai perangkat desa.

(Abimanyu)

Read Previous

Kabar Baik: Dua Pasien Sembuh & RSUD Dr M Ashari Jadi RS Rujukan Covid-19

Read Next

Ini Cara Melaporkan Dugaan Penyelewengan Bansos di Daerah ke KPK