27 January 2021, 20:38

Stafsus Susul Menteri Edhy Prabowo ke Bui

Rutan Cabang KPK Kavling C1 – dok KPK

daulat.co – Staf Khusus (Stafsus) Menteri Kelautan dan Perikanan Andreau Pribadi Misanta (APM) dan pihak swasta Amiril Mukminin menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis 26 November 2020 siang.

Keduanya merupakan tersangka dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020 alias suap ekspor benur lobster yang sebelumnya tak berhasil ditangkap dalam Oprasi Tangkap Tangan (OTT).

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, keduanya menyerahkan diri ke kantor KPK sekira pukul 12.00. Dikatakan Ali, kedua tersangka itu saat ini sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK.

Setelah menjalani pemeriksaan, penyidik akan melakukan upaya paksa penahanan terhadap kedua tersangka menyusul lima orang tersangka lainnya pasca penangkapan pada Kamis dini hari.

“Saat ini kedua tersangka sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Setelah menjalani pemeriksaan, penyidik akan melakukan upaya paksa penahanan terhadap kedua tersangka menyusul lima orang tersangka lainnya pasca penangkapan pada Rabu dini hari kemarin,” kata Ali.

Adapun lima tersangka yang sudah dijebloskan ke bui atau jeruji besi yakni, Menteri KKP Edhy Prabowo; stafsus Menteri KKP, Safri; Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK), Siswadi; staf isteri Menteri KKP, Ainul Faqih; dan chairman holding company PT Dua Putera Perkasa (DPP), Suharjito. Mereka ditahan di Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih KPK.

“Para Tersangka saat ini dilakukan penahanan rutan selama 20 hari terhitung sejak tanggal 25 November 2020 sampai dengan 14 Desember 2020 masing-masing bertempat di Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih KPK,” ujar Ali.

Sebelum dijebloskan ke rutan, para tersangka telah menjalani prosedur protokol kesehatan Covid-19. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan rutan KPK.

Berdasarkan hasil pemeriksaan rapid test Covid-19, Edhy Prabowo dan tersangka lainnya dinyatakan negatif sehingga dilanjutkan dengan proses isolasi mandiri selama 14 hari terlebih dahulu.

“Sebelum dilakukan penahanan, tersangka EP dan kawan-kawan tentunya telah dilakukan prosedur pemeriksaan kesehatan menyeluruh oleh dokter poliknik KPK termasuk salah satunya rapid test Covid-19,” tutur Ali.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Transaksi Suap di Luar Negeri dan Siasat Edhy Prabowo Monopoli Benur Lobster

Read Next

Kasus Edhy Prabowo jadi Pintu Masuk KPK Usut Aliran Suap dari Eksportir Lobster Lain