Sindiran Halus TKN, Fitnah Didukung Giliran Prestasi Kok Cuek?

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin Abdul Kadir Karding (kanan), didampingi Koordinator Media TKN Monang Sinaga (kiri) saat memberi keterangan media di Posko Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat,

Daulat.co – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding menerjemahkan ucapan Presiden Jokowi yang menyebut istilah demo yang mendukung.

“Itu sih bahasa gini lah kira-kira. Giliran sesuatu yang fitnah ramai-rame (demo). Tapi giliran usaha keras, kerja keras dengan banyak risiko yang tidak mudah, perjuangan tidak mudah dan perjuangan lama merebut 51 persen Freeport, kok enggak ada yang mendukung datang ke istana? Gitu lah kira-kira,” ujar Karding ditemui di sela acara penutupan Workshop TKN KIK dan TKD KIK 34 Provinsi se-Indonesia di Jakarta, Sabtu (8/12/2018).

Ucapan Jokowi itu, jelas Karding, adalah upaya mendorong masyarakat agar objektif mengapresiasi kinerja, hal-hal yang baik mesti diapresiasi, dan hal-hal yang kurang baik diberi masukan. “Jangan yang hoaks atau berita fitnah yang kita dukung demo,” tegasnya.

Karding mengingatkan, demo sama deklarasi dukungan sebenarnya beda-beda tipis. Sebuah aksi demo, jelas Karding, juga dapat dimaknai sebagai deklarasi karena itu adalah bahasa simbolik.

“Bahasa simbolik. Jadi jangan lihat harfiahnya. Itu bahasa simbolik yang kira-kira intinya rakyat dibiasakan mengapresiasi sesuatu yang baik. Sesuatu yang tidak baik diberikan kritik dan masukan,” jelasnya.

Ketua DPP PKB ini juga mengingatkan, Jokowi adalah sosok yang terbuka jika dikritik. Namun jika itu fitnah, siapa pun di muka bumi ini tak boleh diam apalagi membenarkannya.

“(Demo mendukung) itu dikatakan pak Jokowi sambil tertawa kok. Itu hanya kelakar agar audiencenya senang,” tukas Karding.

(M Sahlan)