Siapapun Presidennya, Tidak Mungkin Melarang Adzan di Indonesia

http://daulat.co/wp-content/uploads/2019/03/Jokowi-27.jpg

daulat.co – Presiden Jokowi kembali menegaskan bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Karena itu, tidak mungkin azan tidak diperbolehkan, pendidikan agama dihapus, apalagi melegalkan perkawinan sejenis.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada penyerahan sertifikat hak atas tanah di Gelanggang Olahraga (GOR) Sahabudin, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, Kamis (14/3).

“Negara kita ini adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, kita ini juga punya norma-norma agama, norma-norma kesusilaan, tata krama sopan santun, ya siapapun presidennya ga mungkin berani melakukan itu,” kata Jokowi.

Karena itu, Kepala Negara yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo meminta kepada siapapun, jangan sampai membuat isu-isu, fitnah dan kabar bohong yang tidak mampu dipertanggungjawaban, apalagi membuat resah masyarakat.

Kepala Negara pun mengungkit masalah isu yang menuduh dirinya sebagai bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Padahal, menurut Presiden, dirinya lagin tahun 1961 sementara PKI dibubarkan tahun 1965-1966.

“Marilah kita menggunakan, pemikiran kita, rasionalis kita. Ini engga mungkin, jangan kemakan. Umur baru 4 tahun, masih balita, dituduh anggota PKI, itu gak ada, jangan kemakan isu-isu seperti itu,” ujar Jokowi.

Jokowi menuturkan kalau sudah masuk ke bulan-bulan politik, banyak sekali kabar-kabar fitnah. Untuk itu, ia mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dengan ini. Ia meminta masyarakat agar menggunakan hati nurani, jangan karena kabar fitnah, karena kabar hoaks, karena kabar bohong, kita jadi pengaruh dan meresahkan kita semua.

“Marilah kita menggunakan pemikiran akal sehat kita untuk melihat hal-hal seperti ini, saya titip itu aja. Jangan sampai memecah belah kita semuanya, karena kabar bohong kabar hoaks, kabar fitnah, yang banyak sekali di media sosial,” tutur Jokowi.

Jokowi pun menegaskan sekali lagi, bahwa aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, aset terbesar bangsa ini adalah kerukunan, aset dan modal kita ini adalah persaudaraan, ukhuwah baik ukhuwah Islamiyah ukhuwah wathaniyah kita.

 

(M Nurrohman)