11 April 2021, 10:19

Siap-siap! Sidang Edhy Prabowo Dkk Bakal Ungkap Modus Suap Bank Garansi BNI

Edhy Prabowo

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menerima suap dari sejumlah eksportir benih lobster atau benur dengan modus Garansi Bank. Diduga penyuap Edhy melalui modus bank garansi itu adalah PT. Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP).

Dugaan itu terungkap dalam surat tuntutan  terdakwa Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito yang dibacakan jaksa penuntut umum pada KPK, Rabu (7/4/2021). Dalam surat tuntutan jaksa KPK terungkap barang bukti terkait bank garansi yang dikeluarkan Bank BNI.

“1 (satu) lembar fotocopy dokumen Jaminan Pembayaran (Garansi Bank)
20/GBR/014/2815/KAMIS Bank BNI nomor B250924 tanggal 24 September 2020,”

Dalam surat tuntutan terdakwa Suharjito, disebutkan bahwa barang bukti itu dikembalikan ke Jaksa Penuntut Umum untuk dipergunakan dalam perkara atas nama terdakwa Edhy Prabowo Dkk.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri angkat bicara soal bukti Garansi Bank yang termaktub dalam surat tuntutan terdakwa Suharjito. Ali tak menampik dugaan penerimaan suap Edhy melalui modus bank garansi BNI itu.

Dikatakan Ali, dugaan modus suap melalui bank garansi itu ditemukan selama proses penyidikan. Dalam proses penyidikan, penyidik KPK pada Senin (15/3/2021), menyita uang tunai Rp 52,3 miliar dari Bank Negara Indonesia (BNI) 46 Cabang Gambir, Jakarta. Diduga uang itu berasal dari para eksportir yang telah mendapat izin Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengekspor benur pada 2020.

Kasus yang menjerat Edhy dan lima orang lain yakni Stafsus Edhy sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas Safri, Stafsus Edhy sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas Andreau Pribadi Misanta, Amiril Mukminin selaku Sespro Edhy, Ainul Faqih selaku staf istri Edhy, dan Siswandi Pranoto Loe selaku Komisaris PT. Perishable Logistics Indonesia sekaligus Pendiri PT. Aero Citra Kargo, tak lama lagi akan bergulir di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Ali memastikan dugaan suap melalui bank garansi BNI itu akan diungkap dan didalami pihaknya dalam persidangan Edhy dkk. Edhy dkk diketahui dijerat oleh KPK atas dugaan penerima suap.

“Iya nanti di penerima didalami. Itu ditemukan selama proses penyidikan. Makanya dikembangkan lebih jauh pada pemeriksaan di tersangka penerima,” ungkap Ali, Rabu malam.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Dibuka 9 April, MenPANRB Jamin Transparansi Proses Seleksi Sekolah Kedinasan 2021

Read Next

ASN Nekad Mudik, MenPANRB Bakal Jatuhkan Sanksi Tegas