Setkab: Penambahan 4 Staf Khusus Presiden, Atas Dasar Pertimbangan Besarnya Beban Kerja

http://daulat.co/wp-content/uploads/2018/05/Setkab.jpg

daulat.co – Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan bahwa pihaknya telah menambahkan empat Staf Khusus dari Staf Khusus Presiden yang sudah ada. Hal ini didasarkan atas pertimbangan besar beban yang harus ditangani di lingkungan kerjanya.

“Jadi memang betul ada 4 penambahan staf khusus sesuai dengan keperluan, melihat begitu banyak persoalan. Harapannya staf khusus betul-betul bisa membantu Presiden, karena yang dipilih ini adalah secara langsung operasional,” kata Pramono Anung usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (15/05).

Keempat Staf Khusus yang baru diangkat Presiden Jokowi itu adalah Abdul Ghofarrozin, Siti Ruhaini Dhzuhayatin, Adita Irawati dan Ahmad Erani Yustika.

Staf Khusus Presiden, Abdul Ghofarrozin merupakan putra ulama kharismatik (Alm) KH. Muhammad Ahmad Sahal. Yang nantinya akan mendampingi Presiden ketika beliau berkunjung ke pondok pesantren dan madrasah.

Lanjut Pramono Anung, adapun Siti Ruhaini Dhzuhayatin yang merupakan tokoh Islam sekaligus aktivis hak asasi manusia. Yang nantinya akan mendampingi Presiden, untuk urusan keagamaan yang bersifat internasional.

Selanjutnya Adita Irawati, mantan Vice President Corporate Communications PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), menurut Seskab, akan membantu Presiden Jokowi membenahi komunikasi yang ada di Kementerian/Lembaga (K/L).

Terakhir Ahmad Erani Yustika, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, menurut Seskab, menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi.

“Jadi yang diangkat adalah orang-orang dengan latar belakang yang profesional, sepenuhnya staf khusus profesional ini,” tegas Seskab.

Seskab meyakini penambahan empat Staf Khusus Presiden itu tidak akan tumpang tindih dengan Staf Khusus Presiden yang sudah ada. Ia mengingatkan tugas Presiden yang begitu besar, sehingga memerlukan tambahan Staf Khusus.

“Banyak tugas yang begitu banyak yang ada di dalam lingkaran Presiden, memerlukan penambahan staf khusus,” pungkas Seskab.

 

(M Nurrohman)