Setelah Sota & Gegerung, Dirjen Dukcapil Canangkan Wailola Jadi Kampung Sadar Adminduk

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh disambut siswa-siswi SD saat mencanangkan Kampung Wailola Kabupaten Seram Bagian Timur sebagai Kampung Sadar Adminduk
Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh disambut siswa-siswi SD saat mencanangkan Kampung Wailola Kabupaten Seram Bagian Timur sebagai Kampung Sadar Adminduk

daulat.co – Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakhrulloh mencanangkan Kampung Wailola di Kabupaten Seram Bagian Timur, Propinsi Maluku, sebagai Kampung Sadar Administrasi Kependudukan (Adminduk).

Pencanangan yang dilakukan pada Rabu (7/11) itu diharapkan akan memotivasi sekaligus menggerakkan pihak lain dalam melakukan hal serupa di Kabupaten Seram Bagian Timur. Utamanya dalam menggerakkan roda perekonomian. Pencanangan Kampung Sadar Adminduk Wailola ini merupakan desa/kampung ketiga yang dicanangkan Kemendagri setelah Kampung Sota di Merauke dan Desa Gegerung di Lombok Barat.

“Boleh jadi inovasi adalah sebagai bagian dari ide-ide baru yang dapat menggerakkan ekonomi kerakyatan yang berbasis usaha milik desa. Ini menjadi daya tarik, karena Kampung Wailola sebagai perpanjangan sosialisasi pemerintah,” kata Zudan didampingi anggota Komisi III DPR Rohani Vanath, Bupati Abdul Mukti Keliobas, Kadis Dukcapil Sidik Rumalowak.

Dalam kesempatan itu, Prof Zudan-sapaannya, sempat dibuat terkejut ketika mengetahui Kampung Wailola tersedia WiFi gratis yang dimanfaatkan secara positif oleh warga Wailola. Kata dia, jarak yang jauh tidak boleh dijadikan kendalan apalagi dijadikan alasan.

“Hari ini terjadi sebuah kebijakan di Jakarta ditandatangani Presiden yakni Perpres Nomor 96 Tahun 2018, hari ini juga bisa dikirim melalui email, whatsapp yang kemudian sampai ke tangan para kepala desa, kepala kampung dan masyarakat,” katanya.

Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) melalui pencanangan Kampung Sadar Adminduk, lanjut Prof Zudan, dibangun dari sebuah keluarga yang merupakan basis awal data kependudukan. Selanjutnya dapat naik ke desa/kampung, kelurahan, kecamatan, Kabupateb/Kota, Provinsi dan ke tingkat Nasional.

Oleh karena itu, seorang anak yang baru lahir bisa lamgsung didaftarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), dibuatkan Akta Kelahiran setelah itu dibuatkan Kartu Identitas Anak (KIA). Tidak lupa, Prof Zudan mengingatkan agar tahun ini SBT sudah harus merintis KIA.

Ditambahkan, saat ini sudah 360 Kabupaten/Kota yang menerapkan KIA. Pihaknya menargetkan tahun depan seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia sudah terpenuhi. Dirjen Dukcapil Kemendagri meminta dukungan masyarakat karena GISA bergerak dari keluarga, dimana setiap keluarga di Wailola harus mempunyai dokumen kependudukan.

(M Abdurrahman)