Seskab: Manfaatkanlah Kuliah S2 Karena APBN 2019 Fokus Pembangunan SDM

http://daulat.co/wp-content/uploads/2018/12/Pramono-Anung..jpg

daulat.co – Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan bahwa fokus pemerintah sekarang ini adalah mengalokasikan anggaran pada tahun 2018-2019 dari fisik diubah menjadi pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Saudara-saudara sekalian yang mau sekolah ke luar negeri sekarang terbuka sekali. Kalau ingin mendapatkan beasiswa karena alokasinya besar sekali,” kata Seskab saat menyampaikan orasi ilmiah pada Sidang terbuka Senat Universitas Indo Global Mandiri (UIGM), Palembang, Sabtu (8/12).

Seskab menuturkan bahwa kesempatan para wisudawan UIGM untuk melihat dunia mau ambil S2 dan S3 di sini atau mengambil di luar negeri. Sekarang semuanya mempunyai kesempatan karena anggarannya ada di APBN.

Untuk itu Seskab menghimbau bahwa inilah yang harus dimanfaatkan, sekarang sudah tidak zamannya lagi dari orang tua yang tidak mampu kemudian tidak mempunyai kesempatan untuk menempuh pendidikan.

“Sekarang zaman berbeda. Saya termasuk yang mendapatkan keberuntungan orang tua saya guru di Kediri saya bisa sekolah sampai dengan S3 karena kesempatan saya dan saya bekerja keras untuk itu,” ucap Seskab.

Seskab menyarankan agar wisudawan UIGM bisa memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh pemerintah.  Hal ini karena fokus pada tahun keempat ini dan seterusnya adalah pendidikan dan pembangunan SDM. Menurutnya, kesempatan kuliah seharusnya menjadi motivasi untuk tidak hanya kuliah S1.

“Jangan hanya kemudian puas melihat apa yang dicapai oleh orang tua kita. Saudara-saudara harus lebih baik dari orang tua Saudara-saudara sekalian dan kalau sudah bisa menjadi lebih baik tentunya lebih berbakti kepada keluarga karena masa depan itu ada pada saudara-saudara sekalian,” pesan Seskab.

Di akhir orasinya, Seskab tidak lupa untuk menyampaikan ucapan selamat kepada 335 wisudawan dan wisudawati UIGM baik Wisuda Diploma 3, Sarjana dan Pasca Sarjana ke-11.

“Welcome to The Jungle. Saat ini Saudara dengan sudah diwisuda tidak bisa lagi hanya meminta kepada orang tua. Saudara harus memulai besok berpikir bagaimana saya bisa bekerja dan mencari nafkah,” pungkas Seskab.

(M Nurrohman)