11 April 2021, 11:11

Seperti Eks Sekjen MA, KPK Buka Ruang Buru Pembantu Pelarian Samin Tan

Samin Tan

Samin Tan

daulat.co – Tim pencarian DPO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menangkap buron bos Borneo Lumbung Energy and Metal (BORN), Samin Tan. Tim tersebut mengamankan Samin Tan di sebuah kafe di wilayah Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Senin (5/4/2021) kemarin.

“Yang berlokasi di wilayah Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat,” ungkap Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (6/4/2021).

Namun demikian, Karyoto tak merinci soal aktivitas tersangka kasus dugaan suap terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) di Kementerian ESDM itu di lokasi tersebut.

Yang jelas, kata Karyoto, penangkapan ini terjadi saat adanya laporan dari masyarakat terkait keberadaan Samin Tan dan kemudian langsung direspon.

“Saat ditemukan langsung dilakukan penangkapan,” imbuh Karyoto.

Setelah ditangkan Samin Tan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan. Pasca diperiksa, Samin Tan langsung dijebloskan ke jeruji besi.

Selain mendalami kasus yang menjerat Samin Tan, sambung Karyoto, pihaknya juga akan mendalami soal pelarian Samin Tan. Bukan tidak mungkin KPK akan dibuka penyidikan baru terkait upaya perintangan penyidikan.

“Tentunya nanti kita akan kembangkan, kenapa sampai dia lari, dan bagaimana dia larinya,” kata Karyoto.

Upaya merintangi penyidikan itu sebelumnya terjadi pada kasus korupsi yang menjerat mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. Diketahui, Nurhadi juga merupakan DPO yang akhirnya ditangkap KPK. Pihak yang membantu pelarian Nurhafi pun, Ferdy Yuman sudah ditetapkan sebagai tersangka perintangan penyidikan.

“Karena seperti di kasus Nurhadi kan ada pihak yang kita ditetapkan dengan Pasal 21 (perintangan),” ujar Karyoto.

Samin Tan sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) KPK sejak April 2020. Samin Tan ditetapkan sebagai tersangka sejak 1 Februari 2019 dalam perkara dugaan suap pengurusan Terminasi Kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT. Asmin Koalindo Tuhup di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Samin Tan diduga memberi hadiah atau janji kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara Eni Maulani Saragih selaku anggota DPR RI 2014-2019 terkait dengan Pengurusan Terminasi Kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT AKT di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sejumlah Rp5 miliar.

Atas dugaan tersebut, Samin Tan disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang Undang No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 ayat (1) KUH Pidana.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Andil Rudy Hartono & PT Adonara di Korupsi Tanah Munjul, Deputi Penindakan KPK: Kami Dalami

Read Next

Pasca Bos BORN Samin Tan Dicokok, KPK Segera Ekspos Peran Mekeng & Ignatius Jonan