Semoga 2 tahun Ke Depan, Indonesia Makin Berpengaruh Pada Perdamaian Dunia

Massa dari berbagai Ormas Islam memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) pada saat menggelar Aksi Bela Palestina di Jakarta, Minggu (17/12). Aksi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap Palestina dan mengecam pengakuan sepihak atas kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas status Yerussalem sebagai ibu kota Israel (Foto: Dedy Istanto/daulat.co)
Massa dari berbagai Ormas Islam memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) pada saat menggelar Aksi Bela Palestina di Jakarta, Minggu (17/12). Aksi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap Palestina dan mengecam pengakuan sepihak atas kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas status Yerussalem sebagai ibu kota Israel (Foto: Dedy Istanto/daulat.co)

daulat.co – Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan menyambut baik terpilihnya Indonesia menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Indonesia mengantongi 144 dari 190 keseluruhan suara dan memenuhi persyaratan minimal 2/3 dari anggota tetap PBB atau 127 suara.

Terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB menjadi keempat kalinya sepanjang sejarah Indonesia. Setelah sebelumnya menduduki kursi tersebut pada periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.

Taufik mendorong peran Indonesia ke depan lebih ditunjukkan dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Dukungan pada kemerdekaan Palestina yang selama ini diperjuangkan di berbagai forum pun dapat diberikan secara maksimal. Selain itu juga mendorong bagi perdamaian dunia pada umumnya.

“Selama ini kita selalu menggaungkan akan kemerdekaan Palestina di berbagai forum. DPR pun melalui sidang antar parlemen juga memastikan Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina,” kata Taufik kepada wartawan kemarin (9/6).

Menurutnya, Indonesia dapat memaksimalkan perannya dalam berbagai isu konflik dunia, salah satunya penanganan krisis Rohingya, Myanmar. Isu terkait terorisme, intoleransi, maupun isu-isu lain yang berdampak pada perdamaian dan keamanan dunia.

Hal lain yang harus menjadi perhatian Indonesia adalah pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un, yang akan digelar dalam waktu dekat di Singapura. Pasalnya, pertemuan kedua pemimpin negara ini berpengaruh pada keamanan dan perdamaian dunia.

Taufik menyatakan peran Indonesia terhadap perdamaian dunia semakin berpengaruh setelah terpilih sebagai Anggota DK PBB. Hal ini juga sesuai dengan amanat UUD 1945 kita, yang mengamanatkan Indonesia berperan dalam menciptakan perdamaian dunia.

“Semoga selama 2 tahun mendatang, Indonesia semakin memberikan pengaruh pada perdamaian dunia,” harapnya.

Di sisi lain, Taufik memastikan selama ini DPR selalu mendukung upaya Indonesia untuk menjadi Anggota DK PBB dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir melalui diplomasi parlemen. Misalnya dalam Sidang Inter Parliamentary Union (IPU) yang digelar di Jenewa, Swiss, Maret 2018 lalu.

Delegasi DPR RI meminta negara yang hadir dalam sidang itu untuk mendukung Indonesia menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB.

“Kita selalu meminta negara-negara Anggota PBB untuk mendukung Indonesia menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB,” jelas Taufik.

(M Abdurrahman)