11 April 2021, 11:38

Seleksi Belajar ke Timur Tengah Dibuka April 2021, Ini Tiga Syarat Utama Yang Harus Dipenuhi

Logo Kementerian Agama RI

Logo Kementerian Agama RI

daulat.co – Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam tengah mematangkan persiapan seleksi calon mahasiswa S1 (sarjana) ke Timur Tengah tahun 2021. 

Pematangan itu salah satunya terkait prosedur keberangkatan penerima beasiswa. Patut diketahui,
bahwa semua proses pemberangkatan mahasiswa ke timur tengah atau negara lain, utamanya yang melibatkan Kemenag merupakan bentuk kerjasama antar pemerintah dengan pemerintah. 

“Semua harus dilakukan dengan aturan dan regulasi yang telah diatur oleh negara, jangan sampai ada pemberangkatan yang tidak sesuai prosedur lagi,” terang Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Suyitno, dilansir Kemenag.

Disampaikan, hal lain yang menjadi perhatian Kemenag adalah kriteria penerima beasiswa. Diingatkan bahwa para calon mahasiswa yang akan mengikuti seleksi dan lolos untuk kemudian ikut berangkat ke Timur Tengah harus memiliki tiga syarat yang ditetapkan.

Pertama, kemampuan bahasa yang bagus sebagai ilmu alat dalam belajar dan komunikasi. Kedua, kompetensi akademik yang kuat agar proses pembelajaran bisa selesai dengan tepat waktu. Ketiga, memiliki komitmen wawasan kebangsaan terhadap NKRI dan pemahaman Islam Wasathiyah. 

Staf Khusus Menag Bidang Kerjasama Nuruzzaman menambahkan menhenai penerapan protokol kesehatan dalam proses seleksi mahasiswa S1 ke Timur Tengah. Ia menyinggung seleksi sebelumnya yang ditunda tahun 2020 dikarenakan situasi pandemi covid-19.

“Seleksi mahasiswa S1 ke Timur Tengah tahun ini harus dilaksanakan dengan baik sesuai dengan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19,” kata Nuruzzaman. 

Disebutkan, jumlah mahasiswa yang belajar di Mesir saat ini cukup banyak dan komitmen Kemenag salah satunya adalah bagaimana negara hadir untuk mereka yang sedang belajar di LN khususnya di Mesir. Meskipun belajar dengan biaya mandiri, mereka tetap menjadi perhatian dalam rangka pembinaan.

Sementara Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat Diktis M Adib Abdushomad, mengungkapkan, proses seleksi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Akibat adanya pandemi covid-19 seluruh proses seleksi tahun ini akan dilaksanakan secara online (computer based test/CBT). 

“Seleksi akan dilaksanakan dalam dua tahap yaitu CBT dan wawancara. Tahun ini seleksi pada tahap wawancara dengan materi hafalan al-Qur’an, baca kitab kuning serta wawasan ke-islaman dan kebangsaan,” jelas Adib. 

Rencana proses pendaftaran akan dilaksanakan pada bulan April 2021 dan akan diumumkan lebih lanjut melalui surat resmi.

(M Nurrohman)

Read Previous

Geledah Sejumlah Tempat, KPK Amankan Rp 3,5 M Terkait Korupsi Gubernur Sulsel Nurdin

Read Next

Imigrasi Cegah Pejabat Ditjen Pajak Inisial APA Pergi ke Luar Negeri