Selama Puasa, Kinerja Pegawai Kemendagri Diingatkan Agar Tidak Kendor

Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo (dok Dagri)
Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo (dok Dagri)

daulat.co – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri) Hadi Prabowo mengapresiasi langkah Biro Administrasi Pimpinan dan Biro Umum yang menggelar acara Munggahan atau tradisi silaturahmi dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

“Kami harapkan dalam puasa kita bisa khusu’ dan melaksanakan ajaran kita, tentu juga dalam mengendalikan diri. Percuma kalau kita puasa hanya sekedar menahan nafsu makan dan minum, tapi sikapnya tidak ada perubahan,” kata Hadi dalam Acara Munggahan dan Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1439H di Kantor Kemendagri, Rabu (16/05/2018).

Dalam kegiatan yang diikuti seluruh pejabat dan pegawai dilingkungan Sekretariat Jenderal Kemendagri, ia menekankan selama menunaikan ibadah puasa hendaknya menghindarkan diri dari kebiasaan menggosip dan memperbincangkan orang lain. Termasuk berbicara mengenai intrik dan isu-isu orang lain.

“Kami harapkan besok mulai masuk ramadhan kita betul-betul meningkatkan iman dan takwa kita, kedua mampu menjaga toleransi terhadap sesama dan ketiga kita tidak kendor dalam melaksanakan tugas dan kinerja,” pesan Hadi.

Mantan Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) itu meminta seluruh pegawai Kemendagri tidak menggunakan puasa sebagai alasan menurunnya kinerja. Misalnya dengan bermalas-malasan pada saat jam istirahat dengan berada di masjid dan tidur-tiduran.

“Harus ada keseimbangan batiniyah dan ruhaniyah, kita harus tetap melaksanakan kerja cerdas,” kata dia.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Agus Fatoni menungkapkan, acara Munggahan diselenggarakan sejalan dengan keputusan Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) yang telah menetapkan 1 Ramadhan 1439 Hijriah jatuh pada hari Kamis 17 Mei 2018.

“Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadhan dimulai Kamis besok. Hari ini kita tepat sekali, sebelum memulai puasa kita mengadakan Munggahan atau syukuran atau persiapan dalam rangka menyambut puasa,” terangnya.

Disebutkan bahwa dalam agama Islam mengajarkan sebelum ramadhan agar kita senantiasa bermaaf-maafan. Baik dengan orang tua, dengan suami atau istri, dengan pimpinan ditempat kita bekerja, dengan teman dan handai taulan. Kebiasaan ini sangat baik, sebelum memulai puasa kita ada pertemuan sampai pengajian dalam rangka silaturahmi dan saling mengingatkan satu sama lain.

Pertemuan hingga pengajian jelang puasa ini penting karena kadang-kadang iman seseorang yang sifatnya, kadang naik namun kadang turun. Melalui acara munggahan itulah diharapkan dalam menyambut puasa seluruh pegawai Kemendagri bisa menjaga konsistensi agar imannya naik dan terjaga dengan baik.

“Karena kadang-kadang iman kita kadang bagus, kadang turun, disini perlu agar iman kita naik, agar ibadah kita di bulan puasa naik kembali,” jelas Agus Fatoni.

(M Abdurrahman)