9 August 2020, 15:56

Sekretaris KPU Papua Barat Ungkap Uang Rp 500 Juta dari Dominggus Untuk Wahyu Setiawan

daulat.co – Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat, Rosa Muhammad Thamrin Payapo mengamini adanya pemberian uang Rp 500 juta kepada mantan Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan. Pemberian uang itu terkait proses seleksi calon pengurus KPUD Papua Barat.

“Saya transfer (Rp 500 juta) ke rekening Ika Indrayani di bank BCA pada 7 Januari,” ungkap Rosa saat bersaksi untuk terdakwa Wahyu Setiawan dan mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fredelina dalam sidang yang digelar melalui sambungan video telekonferensi, Kamis (9/7/2020).

Dijelaskan Rosa, awalnya dirinya bertemu Wahyu di Hotel bilangan Jakarta dalam rangka pelantikan panitia seleksi Anggota KPU tahun 2019 lalu. Rosa saat itu menyampaikan sejumlah calon anggota KPU yang berasal dari Papua Barat kepada Wahyu.

Wahyu saat itu memberi isyarat akan membantu mereka lolos seleksi. “Kami usahakan semuanya lolos,” ujar Wahyu seperti ditirukan Rosa.

Rosa kemudian mengatakan jelang proses seleksi calon KPU, ternyata terjadi gejolak masyarakat Papua Barat hingga berujung demonstrasi dan menuntut agar warga lokal Papua Barat lolos dalam seleksi. Merespon gejolak tersebut, Rosa teringat jika Wahyu pernah memberikan sinyal membantu pemilihan seleksi Anggota KPU Papua Barat untuk dimenangkan orang asli Papua.

Rosa kemudian memberanikan diri bertemu Gubernur Papua Barat Dominggus untuk meminta restu untuk memberi perhatian lebih kepada Wahyu. “Awalnya Gubernur menolak. Tapi saat pamit pulang beliau tepuk pundak saya bilang kita lihat perkembangan,” ucap Rosa.

Singkat cerita, Rosa kemudian hubungi ajudan Gubernur Papua Barat dan diminta datang menemui Dominggus. Setelah pertemuan, Rosa diberikan uang Rp 500 juta untuk diteruskan kepada Wahyu.

Rosa saat itu juga menghubungi Wahyu dan meminta nomor rekeningnya. Namun, Wahyu saat itu tak kunjung mengirimnya. Rosa pun melakukan setor tunai uang Rp 500 juta ke rekening pribadinya.

“Baru sorenya Pak Wahyu kirim rekening Ika Indrayani di bank BCA. Lalu saya transfer 7 Januari, saya laporkan ke Pak Wahyu saya bilang sudah transfer, saya katakan ‘3 orang asli Papua harus masuk’, lalu beliau balas ‘sip’ ke saya,” kata Rosa.

Dalam perkara ini, Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio didakwa secara bersama-sama menerima suap Rp 600 juta dari kader PDI Perjuangan Harun Masiku dan Saeful Bahri. Suap tersebut bertujuan agar Wahyu mengupayakan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI dari Riezky Aprilia sebagai anggota DPR RI Dapil Sumsel 1 kepada Harun Masiku.

Selain itu, Wahyu, juga didakwa menerima gratifikasi dari Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan Rp 500 juta melalui Rosa Muhamad Thamrin Payapo. Pemberian uang itu dimaksudkan agar Wahyu membantu proses seleksi calon pengurus KPUD Papua Barat.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Wawan: Saya Jadi Pengusaha Sebelum Ratu Atut Jadi Gubernur Banten

Read Next

Ini Temuan Investigasi Informasi Inacor Terkait Dugaan Penyelewengan di Lapas dan Rutan