28 February 2021, 08:01

Sekjen Kemenag Minta Jajarannya Optimalisasi Serapan Anggaran

daulat.co – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama M. Nur Kholis Setiawan meminta jajarannya segera melakukan sejumlah langkah untuk melakukan optimalisasi serapan anggaran tahun 2019.

Langkah-langkah tersebut dikemukakan Nur Kholis saat memimpin Rapat Koordinasi Pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Sekretariat Jenderal Kemenag, Jakarta, Senin (14/10).

“Hingga 8 Oktober 2019, serapan anggaran pada Sekretariat Jenderal hampir 80 persen. Ini tidak terlalu buruk, tetapi tentunya kita harus memiliki strategi agar serapan anggaran di akhir tahun dapat tercapai dengan optimal,” pinta Nur Kholis.

Langkah pertama yang perlu dilakukan menurut Nur Kholis adalah membuat time schedule pencairan anggaran. “Masing-masing Biro, tolong membuat time schedule ini. Buat hitungan mundur dari tanggal akhir penerimaan SPM (Surat Perintah Membayar), yaitu pada 15 Desember 2019,” kata Nur Kholis. 

Kedua, melakukan penilaian ulang terhadap program-program yang belum dan dapat segera terlaksana. “Setelah menyusun time schedule, kita akan mengetahui, program-program apa saja yang executable,” ujar Nur Kholis. 

Masing-masing Biro, diminta mengidentifikasi anggaran yang tidak mungkin direalisasi sehingga bisa dilalihkan atau direvisi untuk program lain yang lebih prioritas. 

Ia pun meminta jajarannya untuk mencermati program-progam yang memungkinkan dilakukan kolaborasi. Dengan demikian, diharapkan serapan anggaran maupun capaian tugas dan fungsi kesekjenan dapat tercapai dengan optimal. 

Pada kesempatan yang sama, Sekjen M. Nur Kholis juga meminta jajarannya untuk mempersiapkan diri menghadapi survei terkait Reformasi Birokrasi (RB) yang akan dilakukan oleh tim Menpan RB. “Survei di lingkungan Sekjen akan dilakukan pada 23 Oktober mendatang. Saya minta tiap-tiap unit eselon II mempersiapkan diri,” tuturnya.

Sekjen mengaku optimis bahwa jajarannya dapat menunjukkan hasil Reformasi Birokrasi yang selama ini dilakukan di lingkungan Sekjen. Namun, ia juga meminta jajarannya untuk mencermati hambatan yang mungkin selama ini dialami dalam pencapaian RB. Salah satunya adalah cascading jabatan. 

“Kelemahan kita yang paling mendasar, Reformasi Birokrasi ini berjalan bagus di tingkat pusat, tapi belum optimal di tingkat daerah,” ujar Nur Kholis.

(Muh Nurrohman)

Read Previous

Kemenag Terbitkan Terjemahan Al Qur’an Edisi Penyempurnaan

Read Next

Legislator Bertekad Optimalisasi Pembangunan NTB