26 September 2020, 11:02

Sambangi Polres Pemalang, Andi Rustono Kesal Kasus Dugaan Keracunan Ikan Digiring Opininya Menjadi Alergi

daulat.co – Kasus dugaan keracunan ikan tongkol di Kecamatan Randudongkal Pemalang menjadi concern Komunitas Gereh Pethek. Hari ini, Selasa 4 Agustus 2020, mereka melakukan audensi ke Polres Pemalang untuk mendukung pengusutan kasus tersebut.

Dugaan keracunan ikan tongkol berawal dari penyaluran bantuan sosial (bansos) dari Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Pihak BUMDes Bersama Randudongkal sebelumnya menyebut puluhan warga Randudongkal tidak keracunan, melainkan alergi terhadap ikan tongkol.

Ketua Aliansi Gereh Pethek, Andi Rustono, usai audensi ke Polres Pemalang menyatakan, pihaknya datang ke aparat penegak hukum tujuannya hanya satu. Menuntut penegak hukum secara serius mengusut tuntas kasus tersebut.

“Usut tuntas, para pihak-pihak yang terlibat agar diproses secara hukum. Ungkap secara transparan dan laporkan kepada publik perkembangan proses penyelidikan dan penyidikan serta tolak pihak pihak yang menginterversi untuk mempengaruhi jalanyan proses,” ujarnya.

Andi juga menyampaikan, jika tidak diusut tuntas, maka yang paling dirugikan adalah masyarakat kecil. Baik nelayan, pedagang ikan dan penerima bantuan atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Mengingat ikan laut merupakan salah satu ikon pemalang terutama di beberapa desa seperti Desa Asemdoyong, Tanjungsari, Mojo, dan Ketapang.

“Dan yang dirugikan adalah pedagang dan nelayan,” kata dia.

Komunitas Gereh Pethek juga mengecam pihak-pihak yang sengaja menggiring opini kasus dugaan keracunan ikan tongkol. Dimana disebutkan bahwa korban bukan keracunan melainkan hanya mengalami alergi.

“Kapasitas saya juga bukan ahli kesehatan, dilihat secara awam kalau memang alergi harusnya tidak perlu dibawa ke rumah sakit. Faktanya muntah-muntah, pusing, bahkan sampai kritis di rumah sakit, apa itu alergi?,” tanya Andi.

Selain ke Polres, rencananya Komunitas Gereh Pethek juga akan mendatangi Dinas Sosial yang dianggap pihak yang bertanggungjawab dalam distribusi Program Bantuan Sosial BPNT terutama dalam fungsi pengawasan.

Kapolres Pemalang melalui Kasatreskrim Polres Pemalang, AKP Jhon Kennertony Nababan, mengatakan, saat ini pihaknya sedang mendalami penyelidikan dan melakukan pemeriksaan kepada pihak-pihak yang terlibat.

“Saat ini tidak ada yang mengganjal, dan Polres juga sudah melakukan upaya jemput bola dengan mendatangi pihak-pihak yang terlibat untuk di mintai keterangan, memang butuh proses, tunggu saja,” kata dia.

(Abimanyu)

Read Previous

Masyarakat Semakin Takut, Pemerintah Harus Selamatkan Pasar Rakyat

Read Next

Bupati Junaedi Kembali Ngantor Usai Sembuh Dari Covid-19, Sentil Netizen Sebagai ‘Maha Benar’