Saksi ini Berikan Buku Tabungan dan Uang kepada Gubernur Aceh Irwandi

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf setibanya di gedung KPK setelah diperiksa dan menjalani pemeriksaan di Aceh terkait OTT KPK pada hari Selasa (3/7)

Daulat.co – Saksi Muklis mengakui pernah memberikan buku tabungan kepada Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf. Pengusaha sekaligus adik dari Bupati Bireuen, Saifannur ini beberapa kali mengirim uang dengan total Rp 3,6 miliar ke rekening tersebut.

Muklis mengakui hal itu saat bersaksi untuk terdakwa Irwandi Yusuf dan dua terdakwa lain, yakni Teuku Saiful Bahri dan Hendri Yuzal, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (11/2/2019). Selain buku tabungan, Muklis juga memberikan kartu ATM.

“Uang di dalamnya digunakan untuk kepentingan Irwandi,” kata Muklis saat bersaksi.

Muklis berdalih pemberian uang itu adalah pinjaman Irwandi. Dia membantah pemberian uang itu sebagai modus suap kepada Irwandi.

Menurut Muklis, Irwandi sejak awal ingin meminjam uang kepadanya. Kemudian, Irwandi memerintahkan Muklis untuk membukakan rekening bank dan diserahkan kepada Irwandi.

Saat Irwandi ditangkap KPK, kata Muklis, dirinya buru-buru menutup rekening itu. Langkah itu dilakukan lantaran Muklis khawatir tersangkut kasus hukum.

“Saya takut menyangkut kepada diri saya. Saya segera tutup rekening itu, enggak sampai seminggu (setelah Pak Irwandi ditangkap),” ujar Muklis.

Menurut Muklis uang dalam rekening saat itu tersisa Rp 1,4 miliar. Muklis kemudian menyerahkan Rp 1,2 miliar kepada KPK saat kasus yang menjerat Irwandi dalam tahap penyidikan.

Dikatakan Muklis, Irwandi belum mengembalikan uang itu. Namun, Irwandi diakhir persidangan mengaku pernah beberapa kali mengembalikan uang.

Irwandi Yusuf didakwa menerima suap menerima suap terkait pengaturan DOKA Aceh tahun 2018 dari Bupati Bener Meriah, Ahmadi. Pemberian uang senilai Rp 1 miliar itu melalui orang kepercayaan Irwandi yang bernama Saiful Bahri.

Selain suap, Irwandi juga didakwa menerima gratifikasi selama kurun waktu Mei 2017 hingga 2018. Gratifikasi pertama sebesar Rp 8,7 miliar diterima Irwandi terkait proses lelang pengadaan barang dan jasa.

(Rangga Tranggana)