11 April 2021, 10:12

Regulasi Tumpang Tindih, Akses Permodalan UMKM Dinilai Kurang Mendapat Tempat

Produk UMKM - daulat jogja

Produk UMKM – daulat jogja

daulat.co – Kepala Pusat Kajian Anggaran Badan Keahlian DPR RI Asep Ahmad Saefulloh mengatakan jika keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat menopang perekonomian nasional.

Hanya saja, keberadaan UMKM sendiri masih banyak kelemahannya terutama dari sisi penjualan serta daya tahan yang penuh ketidakpastian. Hal ini juga yang menjadi salah satu pelambatan ekonomi.

Hal dikatakan Asep dalam pertemuan Pusat Kajian Anggaran Badan Keahlian DPR RI dengan Fakultas ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Solo/Dewan Pakar ISRI baru-baru ini. Dihadiri tenaga ahli AKD DPR RI, kegiatan mengangkat tema penguatan UMKM dalam Menopang Perekonomian Nasional di Wisma Griya Sabha DPR RI, Bogor.

“Potensi UMKM ini banyak terjadi paradoks, di satu sisi jadi penyelamat di masa pandemi namun ketika menyinggung andil PDB-nya, UMKM kalah dengan sektor industri besar,” sebutnya.

Menurut Asep, UMKM kurang optimal terutama dari segi regulasi terjadi tumpang tindih atas satu kebijakan dengan kebijakan yang lainnya serta akses permodalan akses kurang mendapatkan tempat.

Ia menambahkan, salah satu aspek yang dapat mengembangkan UMKM ini adalah pengembangan dari kapasitas sumber daya manusia. Hal ini menjadi sangat penting, karena UMKM yang tumbuh ini tingkat literasinya masih rendah.

“Yang harus menjadi konsen, seharusnya pemerintah dan pengusaha itu menjadi tolak ukur. Sebenarnya keberhasilan dalam pengembangan UMKM bagaimana transformasi dari UMKM mulai dari kecil menjadi menengah dan juga untuk mempersempit ketimpangan pendapatan,” tutup Asep.

(Sumitro)

Read Previous

Jubir PRIMA Sebut Evaluasi Otsus Papua Hanya Amankan Kepentingan Tertentu

Read Next

KPK Endus Kesepakatan Khusus pada Pengadaan Tanah Munjul