11 April 2021, 11:28

Purwoko Akui Kirim Rekaman Soal Dugaan ‘Upeti’ BPNT Kepada Keluarga Bupati Pemalang di Tegal

Purwoko Hadibroto

Purwoko Hadibroto

daulat.co – Purwoko Hadibroto, salah satu dari dua suara yang terekam dalam perbincangan melalui sambungan telepon yang belakangan ramai dibicarakan masyarakat Pemalang kembali memberikan tanggapan seputar dugaan pungutan liar dalam Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Nama Purwoko mencuat dan hangat dibicarakan publik setelah rekaman suaranya beredar di masyarakat. Dalam perbincangannya bersama Sekretaris Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Betsama Kecamatan Bodeh, Eko Supriyanto, secara jelas mengarah pada dugaan pungli pada poin Dana Bina Lingkungan BPNT.

Kepada sejumlah wartawan usai dimintai keterangan Polres Pemalang, Senin 5 April 2021, Purwoko mengungkapkan lagi secara rinci pembicaraannya dengan Eko Supriyanto.

Kata dia, rekamannya dengan Eko diawali pada pertemuannya dengan Eko secara tidak sengaja di salah satu rumah makan di Pelutan, 16 Maret 2021 sekira jam 13.00 WIB. Saat itu, Purwoko mengaku ditemani rekannya, Arif Hijrah.

Dalam pertemuan tidak disengaja tersebut, kata Purwoko, Eko menceritakan tentang Program BPNT. Salah satu pembahasannya yang disampaikan Eko menyangkut dugaan pungli BPNT sejak bulan Januari dan Februari. Dugaan pungli itu dikemas melalui dana Bina Lingkungan dan diserahkan Eko kepada petinggi partai non dewan.

Purwoko menyebut nama petinggi partai dimaksud, yakni Rama. Purwoko yang sejak awal merasa tidak mengetahui hal tersebut hanya diam dan menjadi pendengar. Dari obrolan tersebut, lanjut dia, kemudian Eko menceritakan kalau dana Bina Lingkungan BPNT ditampung oleh saudara Rama dan Anggota DPRD Pemalang Fahmi.

Dari pertemuan tidak sengaja tersebut, Purwoko mengaku teringat bahwa pada bulan Januari beredar di media sosial Facebook soal dugan penyalahgunaan bantuan BPNT dan adanya oknum yang membekingi penyaluran BPNT. Ia pun merasa diliputi rasa penasaran dan ingin mengetahui kebenaran informasi tersebut.

Dengan maksud ingin memastikan sekaligus klarifikasi atas pembicaraan Eko bersama rekannya, Arif Hijrah, Purwoko selanjut menelpon Eko pada tanggal 18 Maret 2021 sekira pukul 12.45 WIB. Percakapannya dengan Eko direkam secara spontan sebagai alat bukti yang bisa dipertanggungjawabkan yang berasal dari sumbernya.

Hal tersebut dilakukan Purwoko, mengingat dalam pembicaraannya bersama Eko menyebut dan membawa nama Bupati Pemalang beserta keluarga. Rekaman percakapan tersebut selanjutnya dikirim kepada dua orang yang menurut Purwoko merupakan orang terdekat Bupati dan keluarga Bupati Pemalang yang berada di Tegal.

Purwoko beralasan, dengan mengirimkan bukti percakapan tersebut, kedua orang bisa menyampaikan sekaligus klarifikasi kepada Bupati dan Keluarga. Purwoko meyakini, bahwa Bupati Pemalang Mukti Agung beserta keluarga tidak tahu-menahu tentang masalah penyaluran BPNT dan Bina Lingkungan.

“Bisa saja namanya dicatut hanya untuk kepentingan pribadi. Sekali lagi saya tegaskan, kalau Bupati Pemalang beserta keluarganya tidak tahu masalah ini, itu bisa saja hanya klaim sepihak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegas Purwoko.

Ia berharap, kedepan penyaluran BPNT benar-benar deserahkan kepada yang berhak menerima tanpa adanya pungli. Sehingga visi misi Bupati dan Wakil Bupati Pemalang ada perubahan dan benar bisa terwujud dan bisa menjadikan pelajaran sekaligus hikmah agar kedepannya lebih baik.

(Rizqon Arifiyandi/Abimanyu)

Read Previous

KPK Akhiri Pelarian Samin Tan, Buron Pemilik PT Borneo Lumbung Energi

Read Next

Terungkap Kedekatan Matheus Joko dan Harry di Proyek Bansos, dari Tanda Tangan Hingga Karaoke