29 October 2020, 10:04

Proyek Masjid Agung Pemalang Rampung & Tinggal Diserahterimakan, Berubah Nama Menjadi Masjid Agung Nur Kalam

daulat.co – Proyek Pembangunan Masjid Agung Nurul Kalam telah selesai 100 persen dan sudah diserahkan dari pihak rekanan kontraktor kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Pemalang per tanggal 27 September 2020. Dari Pemda, rencananya akan diserahterimakan kepada pengurus masjid.

Masjid empat lantai yang sebelumnya dikenal sebagai Masjid Agung Pemalang ini mengalami banyak perubahan. Salah satunya dari namanya, menjadi Masjid Agung Nurul Kalam. Masjid Agung sendiri sudah beberapa kali dilakukan rehab.

Tercatat, masjid direhab pada masa pemerintahan Bupati Slamet Haryanto, Bupati Munir, Bupati Macroes dan terakhir pada masa Pemerintahan Bupati H Junaedi yang dilakukan pemugaran total.

Ketua Pembina Masjid Agung Pemalang, Muntoha, dalam keterangannya kepada daulat.co, Minggu 18 Oktober 2020 mengungkapkan, perubahan nama Masjid Agung Pemalang menjadi Masjid Agung Nurul Kalam diambil dari ulama yang dipercayai sebagai pendiri masjid di masa lalu.

“Sekitar tahun 1700-an, Mbah Nur Kalam sebagai pemuka Islam yang berpengaruh saat itu membangun masjid tersebut. Ya sebagai ulama dan penasehat bupati kala itu, dipercaya pembangunan masjid juga atas izin perintah bupati,” ujarnya.

Pada masa itu, kata dia, adakah masa kejayaannya mataram Islam. Hal itu terlihat dari tata kota hampir sama seperti di kota dan kabupaten di wilayah mataram lainnya. Dimana pusat pemerintahanannya berdampingan dengan Masjid Agung serta Alun-alun.

Pada pemugaran total, lanjut Muntoha, ide awal berangkay dari Bupati Pemalang H Junaedi. Ia kemudian menyarankan untuk meminta izin kepada pendiri masjid agung (Mbah Nur Kalam) melalui ziarah yang makamnya saat ini berada tepat di belakang halaman masjid.

” Waktu itu Pak Bupati menjawab sudah ada izin, namun ada beberapa syarat – suarat yang harus dipenuhi. Seperti menghidupkan kembali sumur tua yang ada di sekitar masjid dan letak kiblat agar tidak dirubah atau seperti pada bangunan sebelumnya,” tuturnya.

Muntoha sendirilah yang dipercaya oleh bupati untuk mencari keberadaan sumur tua yang keberadaannya sudah tertutup sekian tahun. Sumur tua selanjutnya dibuat bersamaan dengan pembangunan masjid agung tersebut.

Rencananya masjid agung akan dibuka bersamaan dengan Hari Santri Nasional yakni pada tanggal 22 Oktober 2020 mendatang. Untuk rencana ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan tinggal menunggu keputusan akhirnya.

Informasi yang dihimpun daulat.co, total anggaran pemugaran Masjid Agung Nur Kalam mencapai yakni 65 milyar. Namun pada saat lelang anggaran yang terpakai adalah 39,5 milyar.

Adapun Proses melalui lelang yang dimenangkan oleh PT Anggaza Widya Ridhamulia dari Surabaya Jawa Timur. Adapun lama pekerjaan sesuwai kontrak yakni satu tahun setengah dari Juli 2019 hingga September 2020.

(Abimanyu)

Read Previous

Rumah Penerima Bantuan PKH di Desa Susukan Bakal Ditempeli Stiker ‘Keluarga Sangat Miskin’

Read Next

Jelas Menang, Tim Berkelakar Iskandar – Wardana Tinggal Tunggu Pelantikan