11 April 2021, 10:23

Prihatin OTT Gubernur Nurdin di Tengah Masalah Pandemi, Emrus Desak Evaluasi Sistem Politik Pilkada

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah tiba di Gedung KPK

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah tiba di Gedung KPK

daulat.co – Penangkapan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah beserta jajarannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat memprihatinkan. Bukan apa-apa, saat ini banyak kepala daerah masih berjibaku menangani berbagai permasalahan dampak dari pandemi Covid-19.

“Kabar ada kepala daerah OTT terkait dugaan tindak pidana korupsi. Memprihatinkan di tengah kita menghadapi berbagai masalah akibat pandemi Covid-19,” tegas Komunikolog Indonesia, Emrus Sihombing, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 27 Februari 2021.

Dalam penilaian Emrus, dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Gubernur Nurdin Abdullah, meski prosesnya tengah berlangsung di KPK, tidak bisa dilepaskan dari sistem politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang digelar secara langsung.

Tertuju ke sistem politik pilkada, pasalnya dalam sistem tersebut menurutnya ada tahap atau proses rekrutmen bakal calon (balon) dan politik panggung belakang. Karena itu pula, Emrus mendesak dilakukannya kajian dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem politik Pilkada.

“Sudah urgent dilakukan pengkajian dan evaluasi secara komprehensip terhadap sistem politik Pilkada untuk melahirkan solusi, agar pelaksanaan demokrasi Pilkada kita lebih baik ke depan, pada tahun 2024,” jelasnya.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri sebelumnya mengatakan, Gubernur Nurdin bersama pihak lainnya yang ditangkap tim penindakan KPK sudah tiba sekitar pukul 09.45 WIB, Sabtu 27 Februari 2021. KPK akan segera melakukan permintaan keterangan dan dalam waktu 1×24 jam KPK akan segera menentukan sikap.

Sementara Ketua KPK Komjen Firli Bahuri mengatakan, KPK akan mengumumkan status hukum dari Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dan pihak lainnya yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Pengumuman status hukum terhadap Gubernur Abdullah akan dilakukan usai tim penindakan rampung memerika.

“KPK akan umumkan tersangka setelah pemeriksaan saksi dan tersangka selesai. Nanti kita hadirkan saat konferensi pers,” ucap Firli saat dikonfirmasi.

Dikatakan Firli, pihaknya menjunjung asas praduga tak bersalah. Karena itu, sambung Firli, pihaknya belum bisa membeberkan detail status penanganan perkara ini sebelum pemeriksaan selesai dilakukan.

Nurdin sendiri irit bicara saat tiba di kantor KPK. Pria yang tampil mengenakan topi biru, jaket hitam, berkacamata, dan masker putih ini hanya mengaku sedang tidur saat ditangkap tim penindakan KPK.

(Sumitro)

Read Previous

Haji 2021: Bisa Berangkat Semua Sesuai Quota, Separuh Calhaj, Atau Tidak Jadi Berangkat

Read Next

Gubernur Sulsel Ditangkap KPK, Karyono Wibowo: Bukti Celah Korupsi Masih Terbuka Lebar