Politisasi Agama Harus Dihindari Karena Mengeksploitasi Agama Untuk Kepentingan Kekuasaan

PEMUDA Muhammadiyah adalah organisasi masyarakat sipil berasas Islam yang berdiri pada 2 mei 1932. PM lahir sebelum republik ini berdiri. PM telah menunjukkan kontribusinya bagi lahirnya kemerdekaan republik Indonesia, mempertahankan Republik Indonesia dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

Untuk itu, jangan tanyakan dan ragukan lagi jiwa nasionalisme Pemuda Muhammadiyah.

Tahun 2019 Indonesia akan melewati tahapan pemilu serentak pertama dalam sejarah bangsa ini. Memeriksa dinamika yang berkembang, kita tidak dapat menafikan adanya penguatan politik sektarian di tengah kehidupan bangsa. Politik sektarian tersebut tentu bisa menyebabkan terjadinya keretakan harmonisasi kebangsaan kita.

Melalui forum yang mulia ini, di atas segala kepentingan kelompok dan agenda individu, PM mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan persatuan dan kesatuan sebagai bangsa yang berdaulat, bangsa yang besar, dan bangsa yang memiliki visi kemajuan.

Bagi Pemuda Muhammadiyah, komitmen dan konsensus kebangsaan harus diutamakan serta dikokohkan lagi.

Di tengah nuansa kompetisi di tahun politik, PM mengimbau kepada pasangan capres-cawapres, pimpinan partai politik, para caleg DPR RI dan DPRD serta DPD, untuk berjuang hanya untuk kepentingan rakyat seluas-luasnya dan sebesar-besarnya manfaat untuk NKRI.

Pemuda Muhammadiyah mengajak para pemuda di seluruh Indonesia, lintas elemen, untuk bersama bergandeng tangan mengawal demokrasi dan menjaga keutuhan NKRI sebagaimana dulu para pendahulu telah ikrarkan dalam sumpah pemuda 1928.

Mari kita jaga idealisme pemuda Indonesia untuk senantiasa merawat kebersamaan dalam kontek kehidupan berbangsa, karena idealisme adalah kemewahan yang dimiliki oleh kaum muda.

Tak bisa dimungkiri, politik memerlukan dimensi agama untuk menjaga prinsip-prinsip kebaikan dan kemaslahatan. Sebagai prinsip yang menjadi koridor sekaligus kendali. Namun, politisasi agama adalah hal lain yang harus dihindari karena mengeksploitasi agama untuk kepentingan kekuasaan.

Islam menghendaki model masyarakat yang moderat, dimana spirit moderasi (wasatiyah) harus dijunjung tinggi untuk menghindari segala bentuk ekstremisme.

PM mengajak para pemuda muslim untuk menggembirakan dakwah dan berdakwah dengan gembira. Islam harus menjadi penyejuk di tengah segala kepenatan zaman.

Pemuda Muhammadiyah harus berada di garda terdepan untuk melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar dengan prinsip dakwah bil hikmah (dakwah dengan kebijaksanaan) dan mau’idzotul hasanah (contoh teladan yang baik), sesuai dengan prinsip-prinsip Muhammadiyah.

Pemuda Muhammadiyah harus berada di garda terdepan untuk menjaga kesatuan dan keutuhan NKRI, serta memastikan terimplementasinya spirit Islam Berkemajuan demi terwujudnya baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur.

Pemuda Muhammadiyah mengajak seluruh elemen Muhammadiyah untuk kembali kepada khittah Muhammadiyah dalam hal siyasah Muhammadiyah (politik Muhammadiyah). Yakni memastikan bahwa Muhammadiyah tidak berpolitik praktis dan tidak berafiliasi dengan kepentingan politik praktis manapun.

Namun, warga Muhammadiyah tetap boleh memiliki keberpihakan, pilihan, dan ekspresi politik masing-masing sesuai dengan prinsip demokrasi pancasila yang kita anut.

Sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah terpilih, saya meminta bimbingan ayahanda PP Muhammadiyah, dan juga para senior PM yang telah membuat prestasi membanggakan bagi PM.

Terakhir, Saya meminta seluruh jajaran pengurus PPPM 2018-2022 untuk menjalankan amanah Muktamar dengan sebaik-baik mungkin. Mari kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas mewujudkan cita-cita juang kolektif PM dengan membawa semangat maju bersama membangun bangsa. Jika bisa maju bersama, mengapa harus sendiri?

Jakarta, 28 Desember 2018

SUNANTO (Cak Nanto)
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah

()