Politik Genderuwo, Jokowi: Masa Masyarakatnya Dibuat Ketakutan

http://daulat.co/wp-content/uploads/2018/11/Presiden-Jokowi-5.jpg

daulat.co – Presiden Jokowi meminta agar para politisi mengakhir cara-cara politik genderuwo, yaitu cara-cara berpolitik dengan propaganda, menakut-nakuti, menimbulkan kekhawatiran. Selanjutnya yang kedua, ketidakpastian, kemudian yang terakhir, menjadi keragu-raguan masyarakat.

“Ini cara-cara politik seperti ini jangan diterus-teruskan lah, sudah. Stop! Stop!,” tegas Jokowi usai meresmikan Jalan Tol Pejagan Pemalang seksi 3 dan 4 Brebes Timur-Sewaka dan Jalan Tol Pemalang-Batang segmen Sewaka-Simpang Susun Pemalang di Gerbang Tol Tegal Timur, Jawa Tengah, Jumat (09/11).

Kepala Negara juga berharap politik yang dikembangkan adalah politik yang penuh dengan kesenangan atau kegembiraan, sehingga yang ditimbulkan adalah demokrasi kita yang betul-betul pesta demokrasi.

“Yang namanya pesta itu misalnya dengan penuh kegembiraan, penuh dengan kesenangan, masyarakat dengan kematangan politiknya memberikan suara/memilih dengan jernih dan rasional. Kita harus mengarahkan kematangan dan kedewasaan berpolitik dengan cara-cara seperti itu,” ucap Jokowi.

Oleh sebab itu, Jokowi mengajak masyarakat untuk hijrah dari ujaran kebencian kepada ujaran kebenaran, hijrah dari pesimisme kepada optimisme, hijrah dari kegaduhan ke kerukunan dan persatuan.

Menurut Jokowi, setelah masyarakat takut, para politikus itu membuat sebuah ketidakpastian sehingga masyarakat mempertanyakan kebenarannya. Dan yang ketiga, masyarakat menjadi ragu-ragu.

“Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika, membuat ketakutan. Masa masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Itu namanya politik genderuwo, nakut-nakuti, politik genderuwo,” pungkas Jokowi.

 

(M Nurrohman)