9 August 2020, 15:43

Permohonan Kawin Membludak, KUA di Pemalang Sampai Kewalahan

daulat.co – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pemalang dalam beberapa hari terakhir kebanjiran para pemohon pernikahan. Terutama sejak Pemerintah Kabupaten Pemalang menerbitkan Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 28 dan Nomor 29 Tahun 2020 tentang adaptasi kehidupan baru atau new normal.

Angkanya, kata penghulu KUA Kecamatan Pemalang, Fatchuroji Alfat, kepada wartawan, Kamis 2 Juli 2020, naik signifikan dari hari-hari sebelumnya.  Jika pada musim atau pandemi Covid-19, antara Maret hingga Mei, rata-rata pemohon nikah sebanyak 10 pendaftar per bulan. Namun, mulai Juni 2020, setelah terbit Perbub 28 dan 29, jumlahnya mencapai 300 pendaftar.

“Selama pandemi, pemohon nikah sedikit, antara lain karena mempelai atau wali yang berasal dari luar Pemalang, terkendala akibat diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah. Maka di bulan Juni, masyarakat mulai berbondong-bondong mendaftarkan pengajuan pernikahan,” kata dia.

Fatchuroji menyampaikan, pihak KUA Pemalang sebenarnya sudah mengantisipasi membludaknya pendaftar nikah. Namun keterbatasan petugas penghulu membuat pihaknya sempat kewalahan dalam melayani pemohon.

“Kalau di KUA penghulu itu fungsional, hanya saya dan pak ketua tidak ada jabatan khusus untuk posisi penghulu,” ucap dia seraya menambahkan saat ini hanya ada dua penghulu fungsional di KUA Pemalang.

Dari data regulasi, KUA kecamatan Pemalang merupakan KUA tipe A yang per tahunnya menangani pengajuan pernikahan di atas 1000 seharusnya minimal ada 10 orang penghulu.

Fatchuroji lantas menyinggung pengalamannya bekerja sebagai penghulu beberapa tahun sebelumnya. Dia mengaku pernah berangkat pagi hingga sampai jam 12 malam hanya untuk melayani masyarakat dalam urusan pernikahan.

“Kita tahu sebagian masyarakat masih menganut istilah jawanya ‘pitungan’ yakni meyakini hari hari dan jam yang baik untuk proses pernikahan. Itu yang tidak bisa kami hindari dan perlu edukasi khusus kepada mereka, maka terkadang kami tawarkan solusi yang terbaik,” katanya.

Fatchuroji mengimbau kepada masyarakat yang akan mengajukan permohonan pernikahan dalam waktu dekat ini untuk melengkapi persyaratan sesuai dengan aturan yang ada. Baik persyaratan nikah, maupun syarat menyangkut protokol kesehatan.

(Sumitro)

Read Previous

PGRI Pemalang Minta Gedung Isolasi Pasien Covid-19 Dikembalikan

Read Next

KPK Banding Vonis Eks Menpora Imam Nahrawi