26 September 2020, 13:22

Periksa Hong Arta, KPK Dalami Pemberian Uang ke Sejumlah Pihak

daulat.co – Direktur sekaligus komisaris PT Sharleen Raya atau JECO Group, Hong Arta John Alfred diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (20/7/2020). Hong Arta diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan proyek pembangunan jalan yang digarap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun anggaran 2016.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, penyidik mendalami aliran uang Hong Arta ke sejumlah pihak selain aliran uang kepada terpidana Amran Hi Mustary dan Terpidana Damayanti Wisnu Putranti. Namun, Ali enggan mengungkap identitas pihak lain tersebut.

“Tersangka HA (Hong Arta John Alfred) diperiksa sebagai tersangka, Penyidik masih terus melakukan pendalaman mengenai dugaan perbuatan tersangka memberikan sejumlah uang kepada pihak-pihak selain kepada Terpidana Amran Hi Mustary dan Terpidana Damayanti Wisnu Putranti yang perkaranya telah berkekuatan hukum tetap,” kata Ali Fikri.

Diketahui, pemeriksaan Hong Arta hari ini adalah penjadwalan ulang setelah sebelumnya yang bersangkutan mangkir pada Senin (13/7/2020). Usai diperiksa tim penyidik, Hong Arta yang mengenakan kemeja biru melenggang bebas dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Hong Arta enggan banyak bicara seputar pemeriksaannya. Dia justru geram lantaran kamera para pewarta televisi dan jurnalis foto terus membidiknya.

“Saya bukan penjahat negara, kalian foto saya terlalu banyak, tahu enggak?” cetus Hong Arta  sebelum meninggalkan gedung KPK.

Hong Arta merupakan tersangka ke-12 dalam kasus dugaan proyek pembangunan jalan yang digarap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun anggaran 2016. Namun, Hong Arta belum ditahan penyidik sejak ditetapkan tersangka pada 2 Juli 2019 oleh KPK.

Terkait kasus, komisaris sekaligus direktur utama PT Sharleen Raya JECO Group itu diduga telah memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada penyelenggara negara yakni, Kepala Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Amran HI Mustary. Hong Artha diduga telah memberikan uang sebesar Rp 10,6 miliar. Pemberian dilakukan pada 2015.

Selain itu, Hong Artha juga diduga pada 2015 telah memberikan uang senilai Rp 1 miliar kepada Damayanti Wisnu Putranti selaku anggota DPR periode 2014-2019.

Jadi tersangka, Hong Artha dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Semester I 2020, KPK Terima Laporan Gratifikasi Senilai Rp14,6 Miliar

Read Next

Bagai Air dan Minyak, Akar Rumput PDIP dengan Demokrat dan PKS Sulit Menyatu