Perang Dagang Dapat Mengancam Pertumbuhan Ekonomi Global

http://daulat.co/wp-content/uploads/2018/10/Menkeu-Sri-Mulyani.jpeg

daulat.co – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa Indonesia mengajukan diri untuk bergabung sebagai pelopor Early Adopter. Pemerintah Indonesia menyadari pentingnya program ini, tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga untuk dunia.

Hal itu disampaikan Menkeu pada acara diskusi panel ‘Human Capital Summit: A Global Call to Action’ yang merupakan rangkaian kegiatan IMF WBG Annual Meetings 2018, di Mangupura Room BICC Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).

“Seperti yang telah kita ketahui sekarang dunia sedang mengalami perang dagang yang dapat mengancam pertumbuhan ekonomi global. Maka kita harus fokus pada apa yang dapat memajukan negara,” kata Menkeu.

Menurut Menkeu, Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kunci untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan. Oleh karena itu, Pemerintah di dunia mulai berinvestasi pada peningkatan kualitas manusia. Hasilnya pun menunjukkan hal yang sangat baik, seperti  angka kematian pada anak turun 50% dan kurang dari 40% anak-anak yang tidak bersekolah, dan minimal ada satu program penjaminan sosial di tiap negara.

Lebih lanjut kata Menkeu, akses adalah hal yang penting. Banyak negara yang sudah memberikan akses ke pendidikan tetapi hal lain yang perlu dipertanyakan adalah kualitas dari pendidikan. Proses belajar merupakan hal yang sangat penting. Banyak anak yang masih tidak mampu mengerti makna sebuah kalimat ataupun menyelesaikan soal matematika sederhana saat ia lulus sekolah dasar. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia sangat antusias atas program Human Capital Indeks yang diluncurkan oleh Bank Dunia.

“Saya terintimidasi atas semua program pengembangan SDM yang dilakukan oleh Bank Dunia dan ketika saya kembali ke Indonesia, saya menjadi sangat kritis terhadap Kementerian/Lembaga terkait kualitas penggunaan anggaran pendidikan,” tutur Menkeu.

Untuk itu Menkeu berharap dengan adanya program ini akan dapat membuat sebuah pergerakan ataupun desain kebijakan bagi tiap negara. Karena jika tiap tahun terlewati begitu saja, maka waktu akan menjadi sia-sia bagi masa depan generasi muda.

“Saya memanggil Anda semua, tidak hanya pemerintah tetapi juga stakeholders, filantropis, sektor swasta. Saya yakin jika kita semua menjalankan peran kita dengan sinergi, kita akan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik,” pungkas Menkeu.

 

(M Nurrohman)